Kemeriahan tiga agenda MAN 2 Mataram, diwarnai pemotongan nasi tumpeng dan pemberian plakat kepada siswa yang dilepas, Selasa (02/05).

Mataram (postkotantb.com)- Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), oleh MAN 2 Mataram tidak diperingati dengan cara yang biasa. Momentum Hardiknas di madrasah ini, dirangkai dengan kemeriahan Miladnya yang ke 33, serta pisah kenang siswa Kelas XII, di Hotel Lombok Raya, Selasa (02/05).

Hadir dalam perayaan tiga agenda madrasah tersebut, Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) NTB, H. Zamroni Aziz, beserta jajarannya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lombok Barat, H Haryadi Iskandar, Kepala MAN 2 Mataram, H Lalu Syauki beserta Ketua Komite dan juga para guru madrasah tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Mataram, H Lalu Syauki, memberikan dukungan, agar siswa yang dilepas dapat menimba banyak ilmu pengetahuan, saat melanjutkan studinya di tingkat perguruan tinggi.

‘’Silahkan anak-anakku melanjutkan pendidikan ketingkat setinggi-tingginya untuk meraih harapan dan impian semua," ucap Syauki.

Diakui bahwa ada sekitar 405 siswa yang dilepas madrasah tersebut tahun ini. Dengan jurusan IPA, IPS dan Keagamaan. Rentetan prestasi yang selama ini diraih, kata Syauki, menjadi representasi bagi pihaknya.

Sebaliknya, Syauki menyampaikan permohonan maaf kepada siswanya, jika ada hal-hal yang kurang berkenan selama tiga tahun mengikuti proses belajar mengajar di MAN 2 Mataram. Terhadap para guru di madrasah ini, Syauki berpesan agar terus berbenah.

"Ini demi menjadikan MAN 2 Mataram menjadi madrasah mandiri, menginspirasi dan mendunia. Mengingat usia yang ke 33 ini, merupakan usia yang matang," pesannya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag NTB, H Zamroni Azis, menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih terhadap keluarga besar MAN 2 Mataram. Sebab, prestasi yang diraih siswanya itu, telah membawa nama baik institusi, serta daerah NTB menjadi yang terbaik.

"Meski bukan anak kandung, tapi keluarga besar Kanwil Kemenag NTB, termasuk komite dan kepala madrasah, menganggap kalian (Siswa,red) anak kandung kami," sanjung Zamroni.

Tidak hanya itu. Secara umum, nilai Zamroni, prestasi siswa MAN 2 Mataram memberikan dampak positif terhadap madrasah lainnya. Kini, madrasah tidak lagi sebagai alternatif masyarakat, malah menjadi tujuan utama untuk mendapatkan pendidikan.

"Bahkan masyarakat berbondong-bondong memasukan anaknya ke madrasah," ujarnya bangga.

Pada kesempatan tersebut, Zamroni pun meminta MAN 2 Mataram, perayaan milad ke depan untuk menampilkan hal baru berupa prestasi guru dan turut mengundang guru di madrasah lain yang sudah sempat mengajar di madrasah tersebut.

"Semua jajaran di MANDA semua punya jasa. Karena semua punya peran dan fungsinya. Mari kita berkarya untuk anak2 bangsa kita. 10-20 tahun akan datang, anak madrasah akan semakin maju dan menjadi penentu," ajak Zamroni.(RIN)