Ketua Pegiat Anti Narkoba (PANA) NTB, M Samsul Qomar


Lombok Tengah (postkotantnb.com) - Dugaan bahwa pelaku pencurian motor dinas Pemkab Lombok Tengah (Loteng) di bawah pengaruh Narkoba akhirnya terbukti. Hal ini diungkapkan Ketua Pegiat Anti Narkoba (PANA) NTB, M Samsul Qomar kepada postkotantb.com, Senin (01/05/2023).

"Kami punya orang di bawah dan mereka melihat memang ada fenomena darurat Narkoba di Loteng," kata Syamsul Qomar.

PANA kata MSQ nama sapaannya, sangat menyayangkan kejadian ini. Apalagi usia pelaku yang sudah dinyatakan pecandu narkoba ini masih usia produktif.

"Pemda harus segera melakukan langkah proaktif. Tidak bisa hanya mengandalkan personel polisi yang jumlahnya sedikit, harus segera dibentuk BNK Loteng yang khusus menangani soal narkoba ini," katanya mendesak.

Akibat kecanduan Narkotika kata dia, para pecandu tidak hanya akan melakukan pencurian seperti yang terjadi, bisa saja aksi-aksi lain seperti perampokan dan pembegalan atau aksi kriminalitas lainnya. Untuk itu harus ada gerakan nyata dari Pemkab Lombok Tengah yang tengah darurat Narkoba.

"Kita memang happy Pemda mencetak generasi 10-20 orang jadi calon dokter, tapi ribuan lainnya kecanduan Narkotika, kan tidak lucu. Harus dihentikan ini. Dulu Pak Wabup Loteng saat masih menjabat Sekda sudah siap akan membangun BNK, tapi sampai mau habis jabatan jadi Wabup tidak ada realisasinya," gumamnya.

Menurut informasi yang ia terima, bahaya Narkoba ini sudah sampai ke dusun-dusun. Sehingga tugas ini bukan hanya diemban oleh pihak kepolisian, tapi juga harus bersama-sama. Termasuk di dalamnya peran orang tua, sekolah dan pihak lainnya.

"Angka pengguna narkoba di Loteng sangat tinggi. Dari itu, selain edukasi lewat sekolah, pemerintah harus banyak memberikan edukasi lewat event-event positif, baik dalam bentuk pergelaran seni musik dan lainnya. Kita dorong Kadis Pendidikan memberikan ruang ekspresi dalam bentuk kreasi seni sambil di dalamnya mengampanyekan anti Narkoba," tukasnya. (Red)