Lombok Barat (postkotantb.com) - Wakil Bupati Lombok Barat (Lobar) Hj Sumiatun mengajak semua pihak fokus dalam upaya percepatan penurunan stunting di Gumi Patuh Patut Patju. Ia mengatakan, hal tersebut diperlukan agar target penurunan stunting di Lobar yang dicanangkan oleh Pemda pada angka satu digit di tahun 2024 dapat tercapai. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Lobar, Hj Sumiatun dalam Peluncuran Gerakan Bhakti Stunting Pemerintah Propinsi NTB di Posyandu Mawar, Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Jum'at (05/5/2023).
Lebih lanjut Wabup meminta semua warga saling peduli dan saling bantu dalam upaya percepatan penurunan stunting. Menurutnya rasa saling bantu dan saling peduli pada sesama ini akan memudahkan langkah dan gerak penurunan stunting. Ia mengatakan semangat tersebut selaras dengan semangat Gotong Royong yang sudah mengakar dalam kehidupan bangsa Indonesia.
"Mari kita tumbuhkan dan kuatkan kembali semangat saling peduli dan saling bantu tersebut agar upaya percepatan penurunan stunting di Lobar dapat berjalan cepat dan target satu digit di 2024 dapat terwujud,'' pintanya.
Menurut Wabup percepatan penurunan stunting ini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah yang telah tertuang dalam RPJMN 2020-2024. Karenanya ia mengajak dan meminta semua pihak untuk bersama-sama dan berkolaborasi dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Hal ini dapat dilakukan dengan beberapa hal seperti memberikan tablet penambah darah bagi remaja, mengajak ibu hamil rutin untuk kontrol atau periksa kehamilan di puskesmas, memberi ASI ekslusif untuk bayi, memberikan makanan yang kaya protein hewani dan menjaga kebersihan serta sanitasi yang ada di lingkungan sekitar.
Menurutnya kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah provinsi dengan gerakan pemberian protein hewani (Telur) sangat baik dan positif. Hal ini menjadi bentuk dukungan dari pemprov untuk percepatan penurunan stunting di Lobar.
''Kami sampaikan terima kasih kepada pemerintah provinsi dan semoga hal ini dapat mempercepat penurunan stunting di NTB khususnya Lobar,'' ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah mengatakan kegiatan peluncuran Gerak Bhakti Stunting ini menjadi salah satu langkah Pemprov NTB dalam upaya percepatan penurunan stunting di NTB. Ia menyampaikan salah satu langkah untuk mencegah stunting adalah melalui pemberian protein hewani berupa telur kepada balita yang masuk dalam kelompok sasaran stunting.
Intervensi berupa pemberian telur sebanyak 2 butir setiap hari selama 90 hari menjadi penting untuk mencegah stunting pada balita. "Kami berharap dengan gerakan ini percepatan penurunan stunting di NTB dapat berjalan dengan baik,'' ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur juga memuji sumbangan telur dari siswa-siswi SMA Kediri dan Labuapi Lombok Barat. Hal ini menjadi bentuk kepedulian para siswa terhadap stunting. Hal ini menjadi sangat penting karena sejak dini para siswa sudah memiliki semangat kepedulian terhadap masalah stunting yang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat. Kegiatan peluncuran ini ditandai dengan pemukulan kentongan sebagai simbol perhatian terhadap upaya percepatan penurunan stunting.
Hadir dalam kegiatan ini antara lain Wakil Gubernur NTB, Hj. Siti Rohmi Djalilah, Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Sumiatun, Wakil Bupati Lombok Tengah H.M Nursiah, Ketua TP PKK NTB Hj Niken Zulkiflimansyah, Ketua DWP NTB, Ketua DWP Lombok Barat, Perwakilan Kabupaten/Kota Se NTB, Kepala OPD Propinsi NTB, Sejumlah Kepala OPD Lombok Barat dan tamu undangan lainnya. Kegiatan Peluncuran Gerak Bhakti Stunting ini mengambil tema tema tuntaskan Stunting melalui Pemberian Protein Hewani. (Telur). (Iwan)





0Komentar