![]() |
| Acara pembukaan Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kota Mataram, Senin (12/06). |
Mataram (postkotantb.com)- Sesuai amanah Anggaran Dasar (AD) Pasal 20 dan Pasal Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Pasal 21 serta Anggaran Rumah Tangga (ART) Pasal 27, BPC Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kota Mataram menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab), yang berlangsung di Kantor BPC Gapensi Kota Mataram, Senin (12/06).
Tampak hadir Ketua BPP Gapensi Mataram, Ketua BPC Gapensi NTB, Kepala Bagian Pengadaan dan Jasa Setda Kota Mataram, serta panitia dan sejumlah peserta dari Gapensi Kota Mataram.
Sesuai amanah AD dan ART organisasi, Muskercab wajib diadakan minimal dua kali diantara dua Musyawarah Cabang.
Ketua BPC Gapensi Kota Mataram, Agus Hidayat mengatakan, Mukercab Kali ini mengambil tema "Bangkit Bersama Menuju Era Digitalisasi, untuk Ekonomi yang Tangguh". Kegiatan ini dibuka secara resmi Walikota Mataram, melalui Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Mataram, Danang Ari Cahyono.
Muskercab ini kata Agus, sengaja diadakan secara sederhana. Mengingat para rekanan, khususnya yang menjadi anggota Gapensi Kota Mataram, kondisi usahanya tengah dalam kondisi suram.
"Tapi Alhamdulillah, Gapensi Kota Mataram bisa menyelenggarakan Mukercab dengan lancar dan aman. Mudah-mudahan ke depannya lebih baik lagi," harap Agus.
Dijelaskan, sesuai tema yang diusung, bahwa tujuan Mukercab semata-mata untuk membangun kembali semangat rekanan yang bergerak di usaha jasa konstruksi, agar tidak terlena dengan kondisi saat ini. Terlebih lagi, di era digitalisasi, dibutuhkan adanya peningkatan sumber daya.
"Bagaimana pun juga, era digitalisasi bukan barang baru. Siap tidak siap kita tetap mengalaminya. Kalau tidak update diri, kita tertinggal jauh dari rekanan kontraktor dari luar daerah," sindirnya.
"Jangan salahkan siapa-siapa kalau setiap ada tender, ternyata yang dapat perusahaan luar daerah. Posisi kita ini dimana sebenarnya. Jika SDM kita mumpuni, minimal kita bisa jadi raja di daerah kita sendiri," sambungnya.
Sebaliknya, lanjut Agus, Gapensi Kota Mataram sebagai mitra kerja, juga meminta perlindungan Pemerintah Kota Mataram, terutama terhadap para anggota Gapensi, dalam bentuk perlindungan untuk mendapatkan peluang kerja.
"Dalam hal ini dalam proses tender, mungkin Pemkot sulit membentengi anggota Gapensi. Tapi minimal ada untuk pengadaan langsung yang nilainya di bawah Rp 200 juta, minimal dipersyaratkan Kartu Tanda Anggota (KTA) untuk proses pengadaannya. Saya berharap, ke depan anggota bisa mendapatkan peluang pekerjaan yang lebih lagi," harapnya.
Senada disampaikan Kepala Bagian Pengadaan dan Jasa Setda Kota Mataram, Danang Ari Cahyono. Dalam kesempatan tersebut, dirinya menyampaikan sejumlah proyek, baik yang ditender maupun non tender. Diakui bahwa berdasarkan data tahun 2023, Pemkot Mataram menyediakan anggaran lebih Rp 400 miliar untuk sektor pembangunan. Itu termasuk pengadaan barang dan jasa.
Dari total anggaran tersebut, proyek melalui proses tender yang disediakan Pemkot, hanya sebanyak 36 paket, dengan nilai Rp 45,8 miliar. Ini tidak seberapa dibanding paket pengadaan langsung. Sekitar 22 paket, sudah ditayangkan pemkot pada bulan Juni ini.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada para rekanan pengadaan barang dan jasa, yang sudah berpartisipasi dalam membangun kota Mataram yang HARUM," tutupnya.(RIN)


0Komentar