![]() |
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, H Aidy Furqon, saat penutupan LKS SMK/SLB, Kamis pekan lalu di GOR Universitas Hamzanwadi Selong, Lombok Timur. |
Mataram (postkotantb.com)- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, H Aidy Furqon pastikan bahwa proses penilaian Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat Provinsi di enam sekolah pengampu di Kabupaten Lombok Timur, tidak melibatkan panitia penyelenggara.
Karena tim juri yang dilibatkan, notabene berasal dari dunia industri, dunia usaha dan dunia kerja. Sehingga Format penilaiannya, berlangsung secara independen dan profesional. Hal tersebut ditegaskan Kepala Dikbud NTB saat ditemui wartawan diruangannya, Senin (12/06) pagi.
"Kami sama sekali tidak melibatkan panitia lokal. Mereka juga tidak tahu bagaimana format penilaiannya. Saya pun tidak pernah turun selama perlombaan berjalan. Karena tadi, saya khawatir akan berpengaruh. Jadi penilaian juri itu rill, langsung di depan mata," ungkapnya.
Bagi SMK yang sukses meraih juara 1 dan mendapat gelar sebagai juara umum, dia menilai, semata-mata berkat kerja keras dalam menyiapkan siswa yang akan diikutsertakan dalam LKS. "Jadi kalau ada sekolah yang juara, itu hal yang wajar. Karena jauh hari sebelumnya sudah mempersiapkan diri," imbuhnya.
Untuk sekolah yang belum mendapat juara, dirinya menyarankan, LKS SMK tahun ini hendaknya dijadikan sebagai pelajaran yang luar biasa. Sehingga ke depan, bisa kembali mempersiapkan siswanya dengan lebih maksimal.
"Jika ada sekolah merasa capaian belum maksimal. Ini menjadi pelecut bagi sekolah yg belum mendapatkan juara, agar kedepannya lebih maksimal mempersiapkan diri," pesannya.(RIN)


0Komentar