.


Suhardi Soud.SE.MM Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB.FOTO: IST/POSTKOTANTB.COM.


Lombok Tengah (postkotantb.com) - Ketua KPU Nusa Tenggara Barat Suhardi Soud, SE.MM menghadiri acara serah terima Kirab Pemilu 2024 dari Kabupaten Lombok Timur ke Kabupaten Lombok Tengah di Kantor KPU Kabupaten Lombok Tengah, Selasa, (20/6/2023).

Dalam sambutannya Suhardi Soud, SE., MM menyampaikan, bahwa PPK, PPS yang hadir dan rekan-rekan harus terus bersemangat, karena Pemilu ini tanpa anda, semua tanpa komitmen dari rekan-rekan badan ad hoc maka kami tidak akan berarti. Karena ujung tombak Pemilu ada di teman-teman semua, ungkapnya.

Sekali lagi "saya berharap teman-teman terus bersemangat dan bisa menjaga integritas dan sosialnya. Tentu semangat kirab ini dihadirkan oleh KPU Republik Indonesia karena Pemilu dianggap sebagai sarana integrasi bangsa".

Kenapa harus menggunakan kirab? karena Indonesia ini sangat luas Indonesia, sangat beragam, sangat beraneka. Maka setiap perjalanan kirab ini pasti punya cerita dan setiap cerita pasti ada nilai-nilainya.

Lanjutnya, Kirab melewati sekian banyak daerah dan ini dilepas di tujuh titik salah satunya di NTT. Kami di Provinsi Nusa Tenggara Barat telah menerima kirab Pemilu ini dari provinsi Nusa Tenggara Timur pada tanggal 27 Mei 2023 lalu.

Sudah 24 hari kirab Pemilu ini dilaksanakan di Nusa Tenggara Barat, mulai dari kota Bima kemudian ke Kabupaten Bima melewati Dompu kemudian di Kabupaten Sumbawa menyeberangi melewati Kab Sumbawa Barat untuk diserahkan ke Kabupaten Lombok Timur dan sekarang di Kabupaten Lombok Tengah kemudian nanti ke Kabupaten Lombok Utara dan seterusnya.

Semangatnya agar seluruh peserta Pemilu itu diketahui oleh publik, ini ada dimensi sosialisasi, ada dimensi perekatan antar wilayah, karena kita tahu Indonesia ini begitu beraneka ragam sehingga kita harus menyatukan, merekatkan. Pemilu harus mampu menyatukan, merekatkan dan menguatkan kebangsaan kita.

Sebenarnya semangat substansi dari kitab pemilu 2024 yang di inisiasi oleh KPU yakni  sebagai implementasi dari Pemilu sebagai sarana integrasi bangsa. tegasnya

Menurut Suhardi Soud, SE., MM, bahwa Penyelenggara Pemilu ini sebenarnya adalah manager konflik. Kenapa saya katakan manajer konflik? karena yang kita atur ini begitu banyak, yang diperebutkan begitu sedikit. Sementara peserta yang bertarung begitu banyak. Maka penyelenggara Pemilu harus mampu menempatkan diri dalam positioning sebagai yang tetap mandiri, tetap profesional dan tetap menjaga imperialitasnya, agar tetap, tidak boleh berada bercenderungan ke manapun dalam Pemilu dan ini yang harus dijaga.

Saya ingin pesankan kepada badan-badan ad hoc, jangan heran kalau besok partai politik juga akan merayu anda, akan mendekati anda. Dan ketika anda dipilih oleh KPU Lombok Tengah maka saya yakin dan percaya bahwa anda akan mampu mengemban amanah ini dengan baik,

Daerah jaga pembangunan ini dari jalur pembangunan demokrasi. Maka kita harus menghadirkan pemilu yang berintegritas, pemilu yang bisa menghadirkan suara rakyat adalah suara yang harus bertransformasi menjadi kursi,
bukan lain yang dipilih kemudian lain yang dilantik, dan ini tidak boleh terjadi, tutupnya. (Irs).