![]() |
| Dokumentasi kegiatan MPLS SMKN 3 Mataram di Hari pertama, Kamis (13/07). |
Mataram (postkotantb.com)- Hari Pertama Program Kerja Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMKN 3 Mataram resmi dimulai, Kamis (13/07). Dalam program ini, jumlah calon siswa yang ikut ada sekitar 640 orang.
Program yang diselenggarakan tahun ini tergolong menarik. Karena pihak sekolah mengundang sejumlah pemateri dari instansi dan lembaga di NTB. Diantaranya TNI AD, BNNP NTB serta Dinas Kominfotik NTB. Turut hadir dalam momen tersebut, Kepala SMKN 3 Mataram, Sulman Haris, beserta para Pantia MPLS.
Dalam sambutannya, Kepala SMKN 3 Mataram, Sulman Haris mengucapkan selamat datang kepada para calon siswa baru. Keberadaan calon siswa dalam program MPLS menunjukan ratusan calon siswa ini, menjadi bakal calon penerus masa depan.
"Kalau memang betul mau sekolah di sini, pastikan datang belajar, berbaur dan menutup ilmu. Gali kompetensi untuk bekal hidupmu. Kalau ragu balik kanan, ngapain disini. Luruskan niat bahwa kalian di sini untuk menjadi orang hebat, pemimpin masa depan," tegas Ustaz Sulman, sapaan akrabnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Sulman memperkenalkan tiga hal penting yang harus diingat calon siswa. Diantaranya, Jargon SMK, yakni 'SMK Bisa'. Kemudian SMEKTI Juara dan yel-yel Dinas Dikbud NTB yang berbunyi, 'Saya bisa hebat dan luar biasa'.
Bahkan demi memantik semangat kedaerahan calon siswa, Ustaz Sulman memberikan Quis. Bagi siapa saja yang mampu menjawab akan diminta maju ke depan untuk menerima secara langsung hadiah.
"Tadi saya tanya siapa nama gubernur NTB, siapa yang bisa maju langsung kasih hadiah. Begitu juga dengan yang bisa menjawab nama Wakil Gubernur NTB. Itu penghormatan bagi yang paham," sentilnya.
Dirinya mengingatkan bahwa di sekolah, tidak ada tradisi tebang pilih atau pilih kasih. Semua siswa adalah keluarga besar SMKN 3 Mataram. "Tidak ada lagi ada anak pejabat atau Amaq kangkung. Semuanya sama, kalian adalah keluarga besar SMKN 3 Mataram yang memiliki cita-cita yang sama," imbuhnya.
Di sisi lain, Ustaz Sulman berpesan agar calon siswa untuk disiplin, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, tidak lupa untuk tetap menunaikan ibadah tepat waktu, serta tidak melakukan hal-hal yang negatif dan berpotensi merusak citra sekolah.
"Sekolah ini ramah anak dan tanggap bencana. Sekolah ini bukan untuk Bulyng dan narkoba. Siapapun ketahuan narkoba, berhenti dari sini, haram itu narkoba," tegasnya lagi.
"Sekolah ini memegang prinsip Jujur, unggul, aktif dan amanah. Sekolah ini adalah sekolah rujukan PK dan BLUD. Maka jadilah orang-orang hebat untuk menjemput hal-hal itu. Tinggalkan tradisi sekolah asalmu, jadilah anak SMKN 3 Mataram," pesannya.
Sementara itu, Ketua PPDB sekaligus Panitia MPLS SMKN 3 Mataram, Abdul Thalib mengungkapkan bahwa antusiasme ratusan siswa sangat tinggi mengikuti program tersebut. Terlebih lagi, dengan adanya pesan dan nasehat kepala SMKN 3 Mataram sebagai pembina upacara, yang terkesan membawa muara dan warna yang baru.
Dijelaskan Thalib, tahap awal pelaksanaan (Pra MPLS), panitia mengundang TNI AD dari Markas Gebang, untuk membina mental dan disiplin, melalui Wawasan Kebangsaan dan Wiyata Mandala. Begitu juga di lapangan sekolah, calon siswa di didik dengan latihan baris berbaris.
"Kemudian ada beberapa materi tentang bahaya narkoba dari BNNP NTB dan materi cara bermedsos dari Dinas Kominfotik NTB," sebutnya
Untuk besoknya, hari kedua, pihak panitia akan mengundang pihak DLHK NTB untuk memberikan materi tentang Zero Waste. Dan hari ketiga, pembinaannya dilaksanakan secara internal untuk materi sekolah ramah anak.
"Kebetulan ada dua guru kami yang sudah mengikuti program sekolah ramah anak. Jadi kegiatannya hanya intern saja," jelasnya.
BIJAK BERMEDSOS
Di momen yang sama, Kepala Diskominfotik NTB, Najamuddin Amy memuji dan mengaku takjub. Karena meski dengan jumlah calon siswa SMKN 3 Mataram yang mencapai ratusan, lingkungan sekolah tetap bersih dan asri. Belum lagi antusiasme siswa yang begitu tinggi.
"Saya biasanya memberikan materi dihadapan 100 orang maksimalnya. Tapi ini ada ratusan," puji Doktor Najam, sapaannya.
Dirinya mengajak calon siswa SMKN 3 Mataram untuk selalu bijak dalam bermedia sosial. Peserta didik saat ini adalah generasi yang akan melanjutkan pembangunan dan cita-cita bangsa ke depannya.
"Jangan pernah kalian memposting sesuatu yang merugikan orang lain dan diri sendiri. Jadikan media sosial sebagai wadah untuk menginspirasi orang lain," ajaknya.
Doktor Najam berharap calon siswa baru harus tetap semangat untuk mewujudkan impian di masa depan. Karena dunia di masa depan membutuhkan akan generasi yang kaya wawasan dan memiliki segudang keterampilan.
"Tetap jaga akhlaq yang baik, Budi pekerti dan menjadi siswa yang taat sama orang tua dan para guru," pesan doktor asal Sumbawa tersebut.
Dalam mewujudkan masa depan yg cemerlang, doktor Najam menyampaikan tiga pesan penting. Diantaranya pertama, siswa harus berlomba menciptakan karya dan inovasi. Kedua, Jangan sampai menjadi siber bullying di media sosial dan terakhir, jangan pernah mengingkari cita-cita luhur orang tua.(RIN)


0Komentar