Fose bersama Tim penilai Kemendagri, Bupati HL Pathul Bahri, Kades Semparu, dan stakeholder lainnya Jum'at (14/7/2023). FOTO IST/LALU M IRSYADI POSTKOTANTB.COM


Lombok Tengah (postkotantb.com)- Tim Klarifikasi Lapangan Dirjen Bina Desa Kementrian Dalam Negeri RI kunjungi langsung Desa Semparu Kecamatan Kopang Lombok tengah NTB untuk lakukan tahapan penilaian Lomba Desa tingkat Nasional, jum'at (14/7/2023).

Bahan penilaian yakni selain administrasi juga apa saja inovasi Desa. Inovasi tata kelola Pemdes, inovasi sumber daya dan potensi dan permalasahan, inovasi pelayanan publik, inovasi bidang ekonomi dan peran penanganan dinamika sosial sambut pemilu 2024 mendatang.

" Dari hasil pelaporan atau pengiriman data, banyak item keberhasilan yang tidak terdokumentasi disampaikan Pemdes. Yang sebenarnya bisa jadi bahan penilaian, sampai hal yang dianggap biasa tapi sebenarnya luar biasa," kata ketua tim penilai Dr. Nasrullah.

Dari itu, agar benar-benar sinkron dengan faktual, Tim turun guna menentukan atau menilai kesesuaian data yang diupload ke Pusat. Tapi secara keseluruhan data sudah banyak terkirim. Dan gambaran sementara, Desa semparu miliki potensi peluang Juara.

" Tidak menutup kemungkinan, jika Semparu juara, suatu saat akan ada orang yang datang berkunjung belajar dari Desa lain, jadi role model di Indonesia. Bali, NTT, Papua pasti kesini, apalagi didukung oleh kalender Even indonesia, mereka bisa sekalian main," katanya.

Selanjutnya, Bulan Agustus tim akan beri paparan hasil penilaian yang akan dipersentasikan dihadapan dewan juri. Dewan juri terdiri dari unsur para pakar akademisi, Kemendes, Kemenpan RB, Kemendagri, Kemen PMK  dan Kemenparekraf.

Bupati Lombok tengah, HL.Pathul Bahri menjunjung tinggi seluruh tahapan Lomba. Ia sangat mengapresiasi kedatangan Tim. Ia tidak memohon supaya dapet juara. Tapi tetap berusaha semangat tampil maksimal dan apa adanya.

" Kami senang bisa jadi wakil NTB, Pemda akan totalitas dukung Semparu hingga berikan dampak bagi Desa yang lain," tukasnya.

Lalu Ratmaji Hijrat selaku Kepala Desa Semparu sebagai objek penilaian telah siap menjalani semua tahapan yang ada. Dokumen dipastikan sudah lengkap, baik dari sisi administrasi, inovasi dan potensi Desa.

Seperti dipersentasikan, inovasi tersebut antara lain pengelolaan sampah sistem 3R, perpusatakaan Desa, peningkatan SDM melalui pelestarian adat dan budaya, dan pengembangan UMKM.
" Terpenting kewajiban kami terus berikhtiar diiringi optimisme tinggi, perkara hasil pasti tidak akan mengkhianati usaha," tandasnya.


Diketahui, termasuk dalam wilayah regional IV, Desa Semparu akan bersaing ketat dengan Desa Blang Merang Kecamatan Pantar Barat Kabupaten Alor NTT, Desa Bale Kecamatan Oba Maluku Utara dan Desa Banjar Ausoy Kecamatan Manimeri Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat. (Irs)