Pemda Lombok Timur melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian, menerima kunjungan rombongan Komisi Informasi (KI) Provinsi NTB dalam rangka rapat kegiatan pendampingan Desa Nominasi Desa Gemilang Informasi Publik (DGIP) tahun 2023 pada Kamis (13/7/203) yang berlangsung di Ruang Command Center Lotim. FOTO IST/ MULTASRI POSTKOTANTB.COM
Lombok Timur (postkotantb.com) – Pemda Lombok Timur melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian, menerima kunjungan rombongan Komisi Informasi (KI) Provinsi NTB dalam rangka rapat kegiatan pendampingan Desa Nominasi Desa Gemilang Informasi Publik (DGIP) tahun 2023 pada Kamis (13/7/203) yang berlangsung di Ruang Command Center Lotim.
DGIP merupakan program terobosan KI NTB bersama Pemprov NTB yang bertujuan untuk mewujudkan desa sebagai lembaga pemerintahan terdepan yang mampu mengelola dan melakukan layanan onformasi publik dengan baik, sehingga terbentuk pemerintahan desa yang terbaik menuju pemerintahan yang baik.
Pada kegiatan DGIP tahun 2023 tersebut, sebanyak tiga desa di Lotim yakni Desa Sepit, Desa Rumbuk Timur, dan Desa Labuhan Lombok masuk nominasi tingkat Provinsi NTB.
Sekertaris Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Zaitul Akmal saat membuka kegiatan menyampaikan, apresiasi terhadap program DGIP yang dilakukan pemprov. Ia menilai pentingnya keterbukaan informasi dalam setiap penyelenggaraan pemerintahan sebagai jaminan, perlindungan dan pemenuhan atas informasi publik kepada masyarakat.
''Pelaksanaan keterbukaan informasi publik di desa perlu mendapat perhatian agar pemerintah dan masyarakatnya sama-sama mendapat manfaat atas pelaksanaan keterbukaan informasi publik,'' katanya.
Menurutnya, pendampingan terhadap tiga desa yang masuk nominasi tersebut harus dilakukan dengan intens. Dengan harapan tiga desa tersebut dapat masuk lima besar tingkat provinsi. Selain itu, ia juga mengajak desa yang menjadi wakil Lotim dalam program DGIP mempersiapkan tahap visitasi secara maksimal dan optimis untuk meraih hasil yang diinginkan.
Sementara itu, Ketua KI NTB Suaeb menyampaikan, tiga desa yang masuk nominasi adalah desa yang sudah lulus dalam tahapan menjawab kusioner. Setelah itu penilaian utama dalam DGIP tersebut adalah dalam visitasinya.
Dalam tahapan visitasi, tim penilai DGIP akan melakukan kunjungan lapangan ke setiap desa yang masuk perwakilan nominasi DGIP dengan melihat kualitas pelayanan informasi desa, sarana dan prasarana PPID desa, respon dan kualitas permohonan informasi masyarakat desa.
''Dengan harapan salah satu desa yang mewakili Lotim tersebut mampu masuk menjadi DGIP dan bisa masuk pula pada tingkat nasional sesuai harapan,'' ujar Suaeb. (Mul)


0Komentar