Direktur LSM Garuda Indonesia, M. Zaini.SH. FOTO IST/POSTKOTANTB.COM
Mataram (postkotantb.com) - Isu terkait “asmara terlarang” seorang dokter dengan Direktur RSUP NTB di beberapa media membuat pimpinan Daerah NTB yakni Gubernur Zulkieflimansyah diminta untuk bertindak tegas.
M. Zaini selaku Direktur LSM Garuda Indonesia mengatakan, bahwa Gubernur harus tegas dan tanggap terhadap kasus ini. Jangan sampai kasus ini menggelinding kemana-mana, sehingga mempengaruhi pelayanan kesehatan di RSUP NTB.
"Pelayanan kesehatan tidak boleh terganggu dengan adanya indikasi asmara terlarang ini. Untuk itu, kami meminta Gubernur tegas dan tanggap terhadap kasus yang terjadi," ungkap M. Zaini kepada media, Kamis (27/07/2023).
Selain itu lanjut Zaini, selama ini LSM Garuda Indonesia juga telah melakukan investigasi. Hal ini sebagai wujud kepedulian masyarakat untuk mengakhiri segala polemik di tengah masyarakat. Hal ini dilakukan agar pelayanan kesehatan di RSUD Propinsi NTB tidak terganggu.
"Kami ingin melihat sejauh mana komitmen Gubernur NTB terhadap persoalan yang menyangkut kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan. Karena kalau tidak salah, dua hari yang lalu NTB mendapatkan penghargaan sebagai daerah yang ramah terhadap perempuan dan anak. Jangan sampai hanya sebuah penghargaan saja, namun pada prakteknya, Gubernur tidak peduli terhadap kasus-kasus pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ungkap Zaini.
Sebagai orang nomor satu di NTB kata Zaini, seharusnya Gubernur memiliki respons yang cepat untuk mengakhiri segala polemik yang terjadi di setiap SKPD, maupun unit pelayanan di bawahnya.
"Untuk mengakhiri polemik ini, bisa Pak Gubernur gunakan syariat Islam yaitu melakukan sumpah pocong atau cara lainnya bagi keduanya yaitu dokter UI dan Direktur RSUP NTB. Jika salah satu pihak tidak berani, masyarakat luas bahkan anak TK sekalipun sudah dapat mengetahui siapa yang berbohong. Inilah cara sederhana untuk mengakhiri polemik ini," sarannya.
Zaini juga menambahakan bahwa pihaknya telah melayangkan surat hasil investigasi lembaganya ke Gubernur NTB. Jika memang Gubernur serius dan mau melihat dengan mata kepalanya sendiri semua fakta dan bukti-bukti hasil investigasi dari Garuda Indonesia, maka secara kelembagaan, pihaknya siap untuk bertemu secara tertutup dan dipertemuan itu nanti Garuda Indonesia akan menunjukkan secara vulgar semua fakta-fakta dan bukti-bukti yang ada.
"Bukti-bukti yang telah dipegang tersebut dapat dibuktikan secara scientific, termasuk transkrip lengkap chat melalui Whatsapp memuat kalimat, kata dan emoji dari setiap pembicaraan disertai dengan hari, tanggal, jam, menit bahkan detik terjadinya komunikasi antara kedua belah pihak. Semoga di akhir kepemimpinan Pak Gubernur yang lagi dua bulan ini, akan meninggalkan kesan yang baik kepada masyarakat NTB dengan berani tegas menindak bawahannya yang terindikasi melakukan pelanggaran moral dan melakukan pelecehan terhadap perempuan. Ini semua demi NTB yang Gemilang," tandasnya. (red)


0Komentar