Bupati Lotara H.Djohan Sjamsu.SH saat memberikan sambutan dan menyampaikan pesan. FOTO IST/JAHARUDDIN.S.Sos (@ng).
Lombok Utara (postkotantb.com) - Perayaan Dharmasanti Waisak Nasional 2567 BE/2023 Keluarga Buddhis Theravada Indonesia (Vihara Buddhavamsa Lombok Utara) berjalan sukses. Tak kurang dari 2000 an Umat Budha beserta undangan lainnya, memenuhi halaman Vihara Buddhavamsa Dusun Lenek Desa Bentek Kecamatan Gangga Kabupatrn Lombok Utara Minggu (02/7/2023).
Ketua Upc. Sudianto, Amd, RS, dalam laporannya mengatakan, "Perayaan Dharmasanti tahun lalu 2022 tidak banyak yang hadir, lantaran terhalang kondisi hujan lebat", sangat berbeda dengan hari ini, sekitar 2000an umat Budha dan undangan lainnya bisa hadir memadati halaman Vihara Buddhavamsa Lenek.
Dharmasanti kali ini diselenggarakan oleh Keluarga Buddhis Theravada Indonesia (KBTI) Kabupaten Lombok Utara yang di pusatkan di Vihara Buddhavamsa Lenek, Desa Bentek Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara dengan mengangkat tema “Memperkokoh Moral Membangun Kedamaian Bangsa”.
Di awal acara Rombongan bupati H.Djohan Sjamsu, SH disambut panitia, Hadir juga Anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara Salitep, Permabudhi Provinsi NTB, Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Prov. NTB Aryadi Satiawira SH, Penyelenggara Bimas Buddha Lombok Barat, Kapolek Kecamatan Gangga Iptu Remanto SH, Kepala Desa Bentek Warna Wijaya, Pimpinan Organisasi Buddhis serta undangan lainnya.
Dalam acara ini hadir Anggota Sangha Bhikkhu Saccadhammo Thera yang sekaligus memberikan Dhammadesana, Bhikkhu Upasilo Thera, Samanera Karunavaso, Samanera Lankaravaso, Samanera Vimalavaso, Samanera Atthalankaro, Atthasilani Puññalankarini
Atthasilani Suddhikalankarini.
Penyampaian Ketua KBTI Lombok Utara, Surdianto, AMd.RS, mengatakan,
"Hari Waisak adalah Hari besar Keagamaan Buddha yang perlu untuk di Aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk merenungkan kembali" Kebenaran Dhamma ajaran Buddha, Surdianto, AMd.RS juga menambahkan maksud diselenggarakannya perayaan Dharmasanti Waisak terciptanya kehidupan umat Buddha yang harmonis dalam tata kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pembimas Buddha Provinsi NTB Aryadi Satiawaira, SH Menyamaikan Aspresi atas kerja keras Panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut, di samping itu beliau Menyampaikan 3 pilar beragama. Menjunjung tinggi bineka tugal ika dengan toleransi dgn rasa menghormati dan menghargai.
Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu berpesan di awal mengajak untuk secara bersama-sama mendukung pembangunan Daerah Lombok Utara, di samping itu bupati berharap supaya tewujudnya kedamaian maka terus menjaga Kebersamaan dan kerukunan,” pesannya.
Usai penyampaian Pesan Dhamma dilanjutkan dengan penyerahan Cindra Mata sekaligus foto bersama dan di akhir acara Panitia menyuguhkan Hiburan kesenian khas Lombok yaitu Gendang Beleq, Paduan Suara, Tarian dan Dance yang di rangkai dengan penyerahan Hadiah-hadiah Lomba yang sudah digelar beberapa hari sebelumnya.
Ucapan terimakasih yang tiada terhingga serta penyampaian maaf jika ada kekurangan dalam perayaan Dharmasanti Waisak saat ini.
Dharmasanti Waisak 2567 BE/2023 yang bertemakan "Memperkokoh Moral Membangun Kedamaian Bangsa".
Sudianto, selaku ketua panitia mengatakan bahwa perayaan Dharmasanti Waisak tahun ini lebih meriah dari tahun sebelumnya dan dengan hadirnya Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, Kapolres yang diwakili Kapolsek Gangga, Kades dan seluruh pengurus umat Budha mulai dari pengurus Provinsi NTB, Kabupaten, Kecamatan hingga desa dan dusun merupakan satu pertanda kesungguhan untuk menuju kesuksesan sebagaimana tema.
Sudianto berharap, suasana waisak untuk kerukunan dan harmoni sesuai dengan tema kita hari ini adalah "Memperkokoh Moral Membangun Kedamaian Bangsa".
Bupati Lombok Utara, dalam sambutannya berpesan kepada seluruh umat Buddha semoga tercapai sang pembawa kebahagiaan, kedamaian, dan ketentraman bagi semua. Selain itu, ia juga mengucapkan rasa syukur karena perayaan ini terselenggara dengan baik.
Lombok Utara “Mencerminkan bahwa senantiasa mampu menjadi rumah yang aman serta damai untuk merajut kebersamaan dan harmoni dalam moderisasi beragama yang selaras dengan tema perayaan tahun ini,” ucapnya.
Ia (bupati-red) berhap, bahwa momentum waisak ini menjadi refleksi untuk terus mengamalkan kebajikan dan sikap murah hati kepada sesama. Selain itu, juga menjadikan perayaan waisak sebagai pengingat diri untuk selalu membantu sesama dengan tulus ikhlas merajut keberasamaan dan harmoni agar seluruh umat beragama dapat hidup berdampingan secara utuh dan damai.
“Saya percaya seluruh umat Buddha mampu berkontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dengan nilai-nilai diteladankan oleh sang Buddha. Harapannya umat Buddha terus berperan aktif mewujudkan kerukunan dengan selalu menjunjung tinggi semangat persatuan dan kesatuan,” katanya.
Pada kesempatan ini, juga turut hadir Bimas Buddha Kementerian Agama Provinsi NTB, Arya Satya Wira, SH, dan sejumlah Bikku dan Attasilani antara lain, Bikku Upasilo Thera (Upa Padesanayaka Prov. NTB) dalam sambutannya mengatakan, " Saya mewakili Sangha jeravada I donesia menjaturkam suka cita atas terlaksananya Dharmasanti Waisak 2567 BE/2023". Sangha pun membuat satu tema "Memperkokoh Moral Membangun Kedamaian Bangsa".
Melalui pesan ini umat Bduha diajak untuk memahami dan memperaktikkan ajaran Budha yakni peihal tentang moral.
Bikku Upasilo Thera mengatakan bahwa perayaan ini sebagai bentuk kebersamaan yang terjadi dalam setiap umat Buddha di Indonesia.
“Kita paham bahwa untuk dapat hidup dengan baik secara harmonis itu perlu kebersamaan, perlu rasa tekad bersama untuk selalu bersama-sama. Nah tanpa ada rasa kebersamaan tidak mungkin akan ada timbul keharmonian, dan itulah salah satu yang akan diraih dalam praktik kehidupan beragama yang moderat di sini,” katanya.
Semoga semua mahluk berbahagia. (@ng)




0Komentar