Samsul Bahri, Ketua Mandalika Hotel Association (MHA) dan selaku General Manager GM Hotel. FOTO IST/LALU M IRSYADI POSTKOTANTB.COM LOTENG


Lombok Tengah (postkotantb.com) - Menyimak pasang surut perkembangan pariwisata Lombok tengah berkenaan isu-isu miring yang mencuat belakangan ini. Justru Samsul Bahri selaku Ketua Mandalika Hotel Association ( MHA ) ajak semua pihak tetap melihat dari kacamata optimistis.

"Lebih baik kita fokus perbaiki sistem saja agar lebih sempurna," Katanya saat disambangi di JM Hotel Kute Mandalika Selasa (11/720/23).

Ia menilai situasi kondisi hari ini sudah baik, terus alami trend positif. Tingkat kunjungan wisatawan terbilang mulai normal hingga 80 persen jika mengacu pada dampak pandemi covid-19.

Posisi Lombok tengah sendiri sangat diuntungkan dengan adanya sirkuit Mandalika yang menyedot tamu berdatangan disetiap gelaran even.

Disisi lain, para investor semakin berduyun duyun masuk diluar kawasan KEK Mandalika.Banyak hotel dan property bermunculan.

Kedatangan Menteri BUMN RI Erik Tohir baru-baru ini juga bawa angin segar. Menjawab kekhawatiran para pelaku wisata. Samsul apresiasi langkah Erick Tohir untuk bernegosiasi temukan solusi agar keberlangsungan Even, Pembangunan, dan Kepariwisataan tetap jalan. Menguntungkan semua pihak dan Pemerintah tidak terlalu terbebani.

" Saya pikir yang perlu itu kedepan bagaimana cara pengemasannya, apa yang kira kira bisa jadi daya tarik orang itu saksikan Even seperti WSBK, semisal diiringi dengan gelaran konser band internasional atau apa lah," tandasnya.

Menyambut high season di bulan Juli-Agustus kedepan, Dia rasa progresnya sudah cukup baik. Karena high season berkenaan dengan liburannya Eropa. Terlebih even Moto GP dampaknya sangat tinggi untuk ekonomi dan pendapatan daerah.

Dari hasil komunikasi dengan para tamu, rata rata mereka ingin sesuatu yang lebih dari sekedar menikmati tontonan, berholiday atau bersantai. Baik wisatawan domestik atau mancanegara juga ingin tahu lebih jauh kehidupan kearifan lokal dan budaya masyarakat Sasak Lombok.

"Mungkin kita butuh tempat-tempat tersentralisasi adanya semacam tontonan aktraksi budaya atau pertunjukan kesenian yang akan menambah gairah mereka berwisata, selain keberadaan Sade dan lainnya," imbuh Samsul.

Sisi lain, sebagai pilar utama, kondusifitas keamanan yang terjamin adalah nomer satu. Tingkat keamanan juga akan menentukan image Mandalika dimata tamu.

Diharapkan, semua komponen masyarakat dan Pemerintah bersinergi jaga Mandalika. Apabila banyak tamu yang datang, otomatis akan lebih menguntungkan. (Irs)