FOTO IST/JAHARUDDIN.S.Sos (@ng) POSTKOTANTB.CO BIRO LOTARA.
Lombok Utara (postkotantb.com) - TP PKK Provinsi NTB, upayakan Percepatan Penurunan Angka Stunting di Kabupaten Lombok Utara melalui "Gerakan Gotong Royong Dapur Stunting dan Pelatihan Pengolahan Berbahan Telur"
yang diadakan di desa Senaru Kecamatan Bayan Sabtu 1 Juli 2023.
Kepala Desa Senaru, Raden Akria Buana dalam penerimaan para kader TP PKK baik dari Provinsi Nusa Tenggara Barat maupun PKK KLU dan kader PKK Kecamatan Bayan dan Desa Senaru menyampaikan apresisi serta ucapan selamat datang dan bertetima kasih atas terselenggaranya kegiatan Gerakan Gotong Royong Dapur Stunting dan Pelatihan Pengolahan Berbahan Telur.
Raden Akriabuana, mengakui kalau di Kecamatan Bayan paling tinggi angka stunting, namun Ia berjanji (Kades-Red) untuk bisa turunkan hingga 15% di tahun 2024 mendatang. Melalui kesempatan ini, Raden Akriabuana menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak, sebab bagaimanapun stunting bukan merupakan persoalan desa saja, melainkan persoalan Nasional, sebutnya.
Senada denngan Camat Bayan, Kariadi, SP, pada sambutannya mengatakan,
“Saya mengajak masyarakat untuk hidup sehat dan menjaga asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh.
Salah satunya dengan kita makan telur 2 butir sehari, agar mengurangi angka stunting yang ada di Kecamatan Bayan ini, dengan harapan anak-anak kita yang ada di wilayah Kecamatan Bayan khusunya, dapat tumbuh cerdas dan pertumbuhannya tidak terlambat, sehingga pada tahun 2024 angka capaian penurunan stunting turun 15 persen ” ucap Kariadi.
Dalam pertemuan ini, Ketua TP PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat -NTB yang diwakili Ir Hj Hartinah menyampaikan tentang peran TP-PKK, dalam pencegahan dan penurunan stunting di Prov. NTB. Stunting adalah ketika balita lebih pendek dari standar tinggi badan seumurnya. Hampir 9 juta atau lebih dari 1/3 balita di Indonesia mengalami stanting.
“Penyebabnya karena kurang gizi pada saat ibu hamil, kurang gizi pada saat masih balita, kurang pengetahuan ibu sebelum, saat, dan setelah melahirkan, tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai, kurang nya akses air bersih dan sanitasi/ kebersihan lingkungan dan kurang pengetahuan ttg makanan bergizi yg berasal dari sumberdaya lokal”, jelas Hj Hartinah.
Stunting disebabkan kekurangan gizi dalam waktu yang lama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Adapun gejala pasa anak stunting yakni ukuran panjang atau tinggi badannya lebih pendek di bandingkan dengan standart, pertumbuhannya melambat, kemampuan untuk fokus memori pembelajarnnya sangat rendah dan pubertas melambat.
Peran TP-PKK dalam pencegahan stunting, lanjut Hj Hartinah, diantaranya melakukan koordinasi lintas sektor, kerjasama pihak terkait, pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan bahan pangan lokal utk pemenuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, meggerakkan kader kelompok dasawisma melalui kunjungan rumah dan membantu tenaga kesehatan dengan penyuluhan tentang kesehatan ibu dan anak.
Diakhir sambutan, Ketua Penggerak TP-PKK, pada acara juga dibagikan senumlah telur dan buku buku di depan segenap peserta yang hadir tak kurang dati 80 an orang. Selain di hadiri TP PKK dan Baznas NTB, juga TP PKK KLU, Camat, Bappeda, DP2KB PMD, Dinas Pertanian KLU, KKN Mahasiswa, SMAN 1, SMAN 2 dan segenap penguris TP PKK baik di Kecamatan Bayan dan Kader PKK di tingkat Desa. (@ng)




0Komentar