Mangku Gede Wenten.

Mataram (postkotantb.com) - Sesuai hasil survei Kompas yang dirilis 23 Mei 2023, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menduduki posisi teratas. Hasil survei ini berbeda dengan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis Bulan Maret lalu.

Dalam rilisnya SMRC, elektabilitas Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) khususnya di NTB, berada diurutan kedua setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Artinya, dalam waktu yang tidak lama, posisi Partai Gerindra kian melejit. Ini bisa jadi sinyal baik, khususnya untuk NTB yang mengidam-idamkan Prabowo Subianto menang di Pilpres 2024 mendatang.

Tokoh Umat Hindu, Gede Wenten mengatakan bahwa menguatnya elektabilitas Partai Gerindra, tidak terlepas dari kecintaan para militan Partai Gerindra terhadap sosok Prabowo Subianto. Tidak hanya itu. Partai politik ini juga memiliki kader-kader yang saat ini duduk pada jabatan strategis.

Seperti HL Pathul Bahri sebagai Bupati Lombok Tengah. Kemudian Naufar Furqony Farinduan yang kini duduk di kursi Wakil Ketua III DPRD Provinsi NTB. Ini belum terhitung 10 kabupaten kota se NTB. Para kader ini pun maksimal memenangkan Prabowo Subianto. Ini membuat para pendukungnya optimis dan yakin, Prabowo akan kembali unggul dan menang di NTB.

"Belum ada sejarahnya Prabowo kalah di NTB," timpal Gede Wenten dikediamannya, Selasa (11/07) sore.

Keyakinan atas kemenangan Prabowo Subianto di NTB, kata Mangku Gede Wenten, juga dapat dilihat dari pengalaman Pilpres sebelumnya. Pada Tahun 2014, dikala Prabowo Subianto berpasangan dengan Hattarajasa, memperoleh suara 72,45 persen mengalahkan Jokowi-Jusuf Kala.

Begitu pula saat berpasangan dengan Sandiaga Uno, Prabowo Subianto kembali unggul 67,89 persen ketimbang Jokowi Makruf Amin 32,11 persen.

"Masyarakat NTB, memang sudah sangat fanatik dengan figur seorang Prabowo sejak lama," ujarnya.

Mangku Gede Wenten merupakan politisi senior. saat ini, ia dipercaya sebagai Penasehat Persatuan Purnawirawan Indonesia Raya (PPIR), salah satu organisasi bagian dari sayap Partai Gerindra. Dirinya dipercaya menduduki posisi ini, karena masuk dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia Tahun 1945.

Selain itu, dirinya juga dipercaya sebagai tim pemenangan Prabowo dan Relawan Prabowo 08. Bagi Mangku Gede Wenten, sosok negarawan sejati yang melekat pada figur Prabowo Subianto, menjadi salah satu alasan mengapa dirinya tetap setia menjadi bagian dari tim pemenang.

"Beliau adalah 'Putra Terbaik' bangsa ini. Kenapa seperti itu? Alasan yang pertama, kembalinya Prabowo dalam Pilpres 2024, semata-mata ingin menyelamatkan bangsa, tanpa sedikitpun ada dendam politik. Sekalipun kalah, Prabowo tetap berjuang dan maju demi kepentingan nusa dan bangsa," tegasnya.

Julukan 'Putra Terbaik' yang disematkan terhadap Prabowo Subianto, bukan berarti tidak ada putra terbaik lainnya di tanah air.

"Jadi dari 2014 sampai 2019, saya tetap memberikan dukungan terhadap Prabowo. Jangan menganggap Prabowo seseorang yang nggak kapok-kapok nyalon. Prabowo ini seorang patriot sejati, sekalipun kalah, beliau tetap berjuang sampai titik darah penghabisan akan tetap membela negara ini. Itu prinsipnya," jelasnya.



SISI PEMBEDA



Belakangan muncul sejumlah figur baru yang digadang-gadang menjadi bakal calon presiden. Diantaranya mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang saat ini masih menjabat Gubernur Jawa Tengah.

Masing-masing dari kedua sosok ini memiliki pendukung dan relawan, khususnya yang berada di NTB. Kedua sosok ini, dinilai belum bisa mempengaruhi suara solid Prabowo Subianto. Sebaliknya, para relawan di NTB memandang adanya sisi pembeda, dan secara langsung, menjadi tawaran, khususnya bagi masyarakat NTB.

Pertama, selama menjabat sebagai  Menteri Pertahanan (Menhan), Indonesia kembali menjadi macan asia yang disegani di kalangan internasional. Kedua, selama menjabat Menhan, Prabowo Subianto tidak pernah menggunakan fasilitas negara. Gajinya sebagai Menhan pun tidak pernah diambil. Meski demikian, Prabowo Subianto tetap konsisten dalam menjalankan tugas sebagai menteri.

"Ini yang menjadi tolak ukurnya. Apa sih yang dicari oleh Prabowo, beliau hanya ingin berbuat dan mengabdikan diri, sehingga negara ini kuat dan ditakuti oleh dunia," bebernya.

Selain itu tambah Mangku Gede Wenten, Prabowo Subianto berkomitmen akan tetap melanjutkan program kerja Presiden Joko Widodo. Termasuk program pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), sekaligus pembangunan di setiap provinsi.

"Prabowo sangat tidak mungkin untuk mencegah program yang sudah jalan. Beliau pasti akan melanjutkan program pak Jokowi, apalagi itu baik dan pro kepada  rakyat. Apapun hujatan yang terlontar, Prabowo tetap welcome," terangnya.

"Belum lagi ketika pertama menerima jabatan sebagai Menhan mendampingi Jokowi. Mau bagaimana lagi bijaknya seorang Prabowo, semua beliau rangkul. Inilah tawaran untuk masyarakat semua kalangan. Dan saya bersama relawan-relawan lainnya akan terus berjuang demi kemenangan Pak Prabowo," tandasnya.(RIN)