Wakil Bupati Dr.HM.Nursiah,Sos,M.Si saat memberikan sambutan di acara peringatan Hari Anak Nasional, Minggu (23/7/2023).FOTO IST/ LALU M IRSYADI POSTKOTANTB.COM
Lombok Tengah (postkotantb.com) - Acara peringatan Hari Anak Nasional di Kute Mandalika, minggu (23/7/2023) yang diramaikan seribuan anak dan dihadiri Pejabat Provinsi dan lingkup OPD Pemda Loteng terpantau semarak.
Terhadap hak-hak anak, Wakil Bupati Lombok Tengah Dr.M.Nursiah,S.Sos, M.Si menegaskan, Pemkab Loteng menempatkannya pada skala prioritas. Bentuk perhatian Pemda dalam memfasilitasi hak-hak anak selama ini telah intens dilakukan. Seperti hak meraih kesehatan melalui BPJS, Hak pendidikan, ataupun hak perlindungan khusus.
" Alhamdulillah kondisi anak-anak di Loteng baik dan sehat, ada program khusus anak yatim, beasiswa dan banyak lagi, sebagai bukti hak-hak anak diprioritaskan Pemda," papar Wabup Nursiah saat memberi sambutan.
Wabup menekanakan agar anak-anak Loteng jangan pernah merasa pesimis, jangan merasa rendah diri. Karena Loteng pada perkembangannya semakin mendunia.
Dan dapat dipastikan, Lombok tengah telah ditetapkan jadi salah satu Kabupaten/Kota Layak Anak. Setelah meraih predikat pratama, penghargaan KLA tahun 2023 dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
Kabupaten Layak Anak (KLA) adalah Kabupaten/Kota dengan sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak yang dilakukan terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan.
KLA diraih karena telah penuhi 5 klaster syarat yakni memenuhi 1.Hak sipil dan kebebasan, 2. Lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, 3. Kesehatan dasar dan kesejahteraan, 4. Pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, dan 5. perlindungan khusus.
Lalu Delkia Aria Ketua panitia peringatan Hari Anak Nasional mengungkapkan dalam perjuangannya terus berupaya menguatkan hak anak yang lain seperti belum terpenuhi hak bermain, hak bertumbuh kembang, dan hak berpartisipasi.
Sehingga ia meramu acara yang dirangkai dengan main-main dipantai, hadirkan band musik, lomba fashion show dan gandeng KPOTI untuk mengenalkan permainan tradisional menangkal derasnya arus internet.
" Kami juga akan adakan diskusi antara Pemerintah dan anak-anak bertajuk anak merdeka, mengulas apa sumbangsih anak-anak dalam pembangunan Daerah," ujarnya.
Dengan demikian, jelasnya, anak-anak dapat aman di dalam kabupaten tersebut. Sehingga gerakan Nasional dari tiap Daerah dapat mengantarkan secara keseluruhan menuju IDOLA (Indonesia Layak Anak). (Irs)



0Komentar