Kepala Dispora Lombok Barat (tengah) bersama para Narasumber saat memberikan materi sosialisasi, Selasa ( 21/11/2023 ) di hotel Puri Sharon Senggigi. Foto Ist/postkotantb.com/Lalu Irsyadi


Lombok Barat (postkotantb.com) - Sebanyak 60 peserta dari kalangan siswa, mahasiswa, guru, NGO/LSM, dan karang taruna mendapat Sosialisasi Pencegahan Narkoba dan HIV/Aids yang digagas oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Barat di hotel puri sharon senggigi, Selasa ( 21/11/2023 ).

Tema yang diusung " Pembentukan Karakter Bangsa dengan Mewujudkan Generasi Milenial Tanpa Narkoba dan HIV/Aids di Kabupaten Lombok Barat Tahun 2023".

Dalam hal ini, Dispora menggandeng pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi, Satresnarkoba Polres Lombok Barat, dan Komisi Pencegahan Aids (KPA) Lombok Barat sebagai narasumber.


Pada sambutannya, H.Arbain Ishak,MM Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Lobar berkeinginan akan rutin mengadakan kegiatan ini, terutama menyentuh kaum muda agar miliki bekal pengetahuan terkait Narkoba dan HIV/Aids sehingga bisa memilih lingkungan atau pergaulan yang baik ditengah masyarakat.

Diharapkan, peserta sosialisasi mampu menjadi agen atau duta untuk menelurkan ilmu yang didapat ke teman sekolah, kerabat, sahabat, keluarga, dan  banyak orang. Sehingga dalam perkembangannya, berefek pada penekanan kasus, meminimalisir penyalahguna dan korban.

Anggraini Ninik Murnihati, SH.MH. selaku Penyuluh Narkoba Ahli Madya BNNP NTB menuturkan, rata-rata penyalahgunaan di NTB paling marak jenis sabu, ganja dan obat-obatan. Khusus dikalangan pelajar, terjadi trend peningkatan kasus. Mirisnya menyerang anak-anak SD yang konsumsi ramadol.Diduga para bandar memanfaatkan kepolosan anak sekolah untuk memutus mata rantai pengungkapan kasus bila ada temuan.

" Umumnya pemuda dan anak-anak kerap terjerat narkoba akibat pergaulan tak wajar dengan orang dewasa yang kurang jelas," ungkapnya.

Menurut data BNNP, di lingkup pelajar dan mahasiswa, angka prevalensi penyalahgunaan narkoba meningkat dari 1,10 persen pada 2019 menjadi 1,38 persen pada 2021. Alasan penyalahgunaan narkotika antara lain ajakan atau bujukan teman, ingin mencoba, bersenang-senang, ketersediaan (mudah diberikan), dan banyak penyalahgunaan narkoba di lingkungan tempat tinggal.

Untuk menangkalnya, Anggraini memberi 7 tips penting hindari Narkoba yakni 1. Hindari rasa penasaran untuk mencoba,2. Ketahui dampak buruk pemakaian narkoba untuk kesehatan dan mental,3. Pilih pergaulan atau teman yang baik, jauhi yang dapat membawa pengaruh buruk kecanduan narkoba,4.Lakukan kegiatan positif seperti olahraga/belajar berorganisasi,5.

Ingat, bahwa ancaman hukuman untuk penyalahgunaan narkoba tergolong berat, ditambah lagi sanksi sosial dari masyarakat, 6. Hindari pergaulan malam, lakukan kegiatan positif diwaktu dan tempat yang aman bersama keluarga, teman, dan rekan yang baik, 7. Jika punya masalah, cari jalan keluar yang aman dan jangan jadikan narkoba sebagai pelarian.

Dari sisi hukum, KBU Resnarkoba Polres Lombok Barat Selamet Riyadi menegaskan ganjaran bagi penyalahgunaan narkoba cukup berat. Termasuk extraordinary, minimal dipenjara selama 4 tahun. Jangan sekali-kali mengenal apalagi mencoba. Kalau sudah sekali merasakan akan fatal, bisa ketagihan karena efeknya kecanduan.

" Kalau sudah candu bahaya, merangsang orang berbuat kriminal, menghalalkan segala cara untuk bisa mengkonsumsinya lagi," ujarnya.

Perlu diwaspadai, Narkoba dominan masuk lewat jalur parwisata. Kalau di Lombok melalui pelabuhan bangsal dan Senggigi.

" Selama ini, kami telah berusaha menjalankan tugas memutus mata rantai peredaran baik di pelabuhan atau bandara hingga menyisir ke tengah-tengah masyarakat," katanya.

Hasil kerja APH dalam 1 tahun terakhir berhasil ungkap 39 kasus. 24 sudah P21, 15 lainnya masih berproses. Terbaru Polres Lobar mengamankan penyalahguna jenis obat-obatan remadol sebanyak 500 butir. Jenjang usia tersangka mulai dari 30 sampai 50 tahunan.

Mengenai HIV/Aids, Muhammad Junaidi, SH, Sekretaris Komisi Pencegahan Aids (KPA) Lombok Barat menerangkan, secara Nasional baru 20 persen orang yang faham tentang Aids. Padahal tercatat 850 orang kena Aids didunia per menit.

Mengingat HIV/Aids ini salah satu penyakit beresiko tinggi. Maka pengetahuan tentang Aids sudah masuk kurikulum dipelajari di sekolah.

" Kami juga gencar sosialisasikan ke masyarakat umum lewat kegiatan posyandu bekerjasama dengan kader, begitupun di KUA terhadap para calon pengantin baru, selain itu visiti mobile ke tempat-tempat hiburan melakukan tes langsung dilapangan," tuturnya.

Jika ada korban dirawat dirumah masing-masing dikawal oleh pendamping. Pasien HIV/Aids harus minum obat seumur hidup. Pelayanan Dokter dan obat tersedia di rumah sakit Gerung, RS Narmada, dan sudah ada di Puskesmas Meninting.

Dikesempatan itu, Junaidi mengulas cara pencegahan HIV/Aids yaitu dengan 1. Abstinensia atau tidak melakukan hubungan seks yang tidak aman (beresiko) sebelum nikah, 2. Bersikap saling setia dengan pasangan syah,3. Cegah dengan kondom pada hubungan seks beresiko,4. Dijauhi penggunaan narkoba suntik,5. Edukasi dan memberikan informasi perilaku hidup bersih dan sehat.

Salah satu peserta sosialisasi, Yetin Suhartini guru SMKN 1 Batulayar sangat bersyukur bisa ikut. Menurutnya, pengetahuan tentang Bahaya Narkoba dan HIV/Aids memang perlu diketahui sejak dini. Karena anak-anak sekolah umumnya belum miliki benteng kuat, cepat terpengaruh dengan informasi angin dari internet, pergaulan dan juga lingkungan.

" Saya siap dedikasikan diri dan murid saya jadi duta untuk berbagi ilmu yang sudah didapat ke peserta didik lainnya disekolah," tekadnya.

Yetin mengaku pernah ada murid yang terpapar Narkoba di tahun 2013 silam. Sehingga jadi atensi pihak sekolah untuk intensifkan langkah antisipasi dan pencegahan agar tidak terulang kembali. Mengingat batu layar masuk zona merah sebab berada dilingkar Daerah pariwisata.

"Kami galakkan kegiatan positif bagi siswa terlebih tanamkan ajaran agama, lalu menguatkan keberanian mereka untuk berani berkata tidak pada Narkoba, say no to drugs," Tandasnya. (Irs)