Bengkel Konversi Kendaraan BBM ke Kendaraan Listrik SMKN 3 Mataram Dibuka dari 7 sampai 15 Desember 2023. Keberadaan bengkel ini pun disambut antusiasme masyarakat.


Mataram (postkotantb.com)- SMKN 3 Mataram membuka bengkel Konversi Motor Listrik pertama di Provinsi NTB. Sesuai jadwal, bengkel konversi motor listrik salah satu SMK BLUD ini dibuka mulai 7 sampai dengan 15 November 2023.

Bengkel konversi ini merupakan program Konversi Motor Listrik Skema Kolaborasi Pemerintah, SMK Korporasi, yang dibiayai CSR PT PLN (Persero) Wilayah Nusra. Program ini juga didukung Kementerian ESDM, melalu peraturan Menteri ESDM Nomor 3 tahun 2023.

Kepala Program Otomotif SMKN 3 Mataram, Haruman menyampaikan, semenjak bengkel konversi ini dibuka, dari kuota 50 unit motor, jumlah yang sudah terdaftar untuk dikonversi sebanyak 64 unit.

Jumlah ini sebagai bukti, program konversi kendaraan BBM ini disambut masyarakat dengan sangat antusias. Sehingga layanan di bengkel ini tidak dibatasi hanya untuk guru dan siswa SMKN 3 Mataram saja.

"Alhamdulillah, jumlah pendaftar melebihi kuota. Jadi penyebarannya tidak hanya untuk siswa dan guru sekolah ini saja. Kami juga buka untuk beberapa instansi. Karena yang daftar ada dari pegawai PLN dan guru-guru dari sekolah lain," ungkapnya, Sabtu (9/12).

Ia memaparkan, biaya konversi kendaraan nol rupiah. Sebab, untuk membantu mendorong program ini, Kementerian ESDM menggelontorkan dana sebesar Rp. 10 juta. Ini belum ditambah bantuan suntikan dana dari PT PLN (Persero) sebesar Rp. 6 juta. Sehingga total biayanya mencapai Rp. 16 juta.

Siswa yang dilibatkan sebagai montir dibengkel ini, tengah diberikan arahan agar dapat bekerja secara maksimal.

Ketua Tim Konversi SMKN 3 Mataram, Prasetyo Utomo menjelaskan, selain PT PLN (Persero) dan kementerian ESDM, program ini juga menggandeng pihak  perbengkelan Great A, Bintang Racing Team (BRT) asal Sentul Jawa Barat, yang terakreditasi Kementerian ESDM.

Dari 64 unit motor yang terdaftar, ada sebanyak 40 unit motor yang lulus verifikasi dan sampai hari ini, sebanyak 35 unit motor BBM dinyatakan siap untuk dikonversi ke kendaraan listrik.

"Verifikasinya kami melibatkan pihak kepolisian. Setelah itu baru bisa masuk ke bengkel," imbuhnya.

Siswa yang dilibatkan sebagai montir, akan dibagi menjadi dua kelompok besar. Kelompok pertama, bertugas membongkar mesin motor, hingga meninggalkan rangka, ban, serta sedikit komponen Motor yang diperlukan.

Sedangkan kelompok kedua, bertugas merakit dan memasang komponen motor listrik terdiri dari Baterai, Kontroler beserta komponen pendukung lainnya. Setelah terkonversi, unit motor tersebut akan diberikan Sertifikat Registrasi Uji Tipe  (SRUT), sampai STNK, BPKB, serta nomor polisi dan plat berwarna biru, dikeluarkan kepolisian dan instansi terkait.

"Untuk pengeluaran BPKP, lama waktunya kurang lebih 1 bulan," terangnya.

Motor listrik yang dikonversi ini,  berkapasitas Dinamo DC 2 kWh dengan 72 volt, dengan kecepatannya mencapai 60 sampai 80 kilometer per jam. Disamping itu, pihaknya juga sudah memasang sirkuit pemutus (MCB?, yang berfungsi sebagai sekring otomatis untuk mengamankan motor, saat terjadi konsleting.

"Hingga saat ini, kami tengah mengkonversi sebanyak 12 unit motor BBM. Insa Allah motor listrik yang dikonversi aman untuk dikendarai," jaminnya.

Terpisah, Kepala SMKN 3 Mataram, Sulman Haris, menyampaikan rasa syukur atas terpilihnya SMKN 3 Mataram menjadi Bengkel Konversi Listrik Resmi pertama di NTB. Menurutnya,  sebagai sebuah ikhtiar percepatan konversi lebih-lebih sejak awal pelatihan, sampai dengan kegiatan konversi 50 unit motor tersebut.

"Kami sangat bersyukur karena dengan kegiatan ini peserta didik di program keahlian Teknik Sepeda Motor dapat praktek secara langsung dalam kegiatan konversi tersebut," tutupnya singkat.(RIN)