Kadispora Labupaten Lombok Tengah, H.Mahlan,S.Sos
Lombok Tengah (postkotantb.com) - Kunjungan Tim Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Ke Lombok tengah Untuk Cek Kesiapan Calon Venue PON 2028 disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Lombok tengah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
Seperti diketahui, sedianya ada 7 cabang olahraga yang bakal dipertandingkan di Lombok Tengah. 1. Cabor Berkuda di Lapangan Sasake, 2.Taekwondo di GOR Tastura, 3.Paralayang dan Gantole di Sky Lancing, 4.Sepatu roda di jalan KEK Mandalika, 5.Road race di Sirkuit Mandalika, 6.Bola Volli di GOR Poltekpar, dan 7.Voli pasir di Pantai Kute.
"Jika ada kekurangan terkait kondisi venue akan kita evaluasi dan sempurnakan dibantu oleh Provinsi dan Pusat, waktunya masih lama, pembenahannya bisa kita cicil," kata Kadispora Loteng H.Mahlan,S.Sos, jum'at (15/12/2023).
Namun karena penunjukan KONI itu masih bersifat rencana, belum positif, pihaknya akan adakan rapat untuk meminta kepastian. Agar persiapan yang dilakukan tidak jadi sia-sia jika sewaktu-waktu bisa saja dibatalkan.
"Kita akan undang KONI kembali untuk klarifikasi,bahkan jika perlu harus ada SK supaya dapat dijamin sesuai saran Bupati Pathul," ujarnya.
Mengenai kesiapan atlet sendiri, mulai 2024 Dispora akan intens lakukan pembinaan berkoordinasi dengan KONI. Atlet yang berlaga tentu hasil seleksi Pra PON. Cabor andalan Loreng masih diisi oleh mereka yang pernah raih medali emas seperti Bela diri, Panjat tebing, dan lainnya.
Diharapkan, venue yang di Loteng benar-benar positif digunakan. Karena bukan hanya soal raih prestasi dan juara saja tapi juga berdampak langsung pada pergulatan ekonomi Daerah. Sebab banyak orang yang akan datang dari seluruh Indonesia jika penyelenggaraan PON ke-22 tahun 2028 juga bervenue di Lombok tengah.
Kabid Olahraga Lalu Rusdi membenarkan pihaknya belum bisa terlalu berani ambil sikap, karena venue belum final ditetapkan secara pasti.
"Kami masih menunggu keputusan hasil visitasi, sambil terus lakukan koordinasi dengan KONI Provinsi," tuturnya.
Namun, Rusdi optimis ada kemungkinan besar terakomodir. Sebab kesiapan venue sudah dinilai 70 persen tinggal 30 persennya disempurnakan.
"Yang penting ada sudah nampak fisik sarana prasarana venue, daripada tidak ada sama sekali dan harus bangun dari awal," terangnya mengutip pernyataan tim visitasi KONI Pusat.
Kabid Olahraga, Lalu Rusdi
Komposisi atlet dijamin sudah terasah dengan baik setelah melalui banyak kompetisi yang diikuti. Seperti sepatu roda, moto cross, bela diri karate, silat, panjat tebing, road race dan sepak takraw terkonfirmasi sudah masuk PON. 2024 sudah bisa beraksi di PON Medan. Dari sana juga akan dievaluasi.
"Potensi kita luar biasa, atlet selalu siap berlaga 100 persen, kami siap mensuport," tegasnya.
Dari 38 cabor yang akan dilombakan, kemungkinan hanya 10-15 cabor yang bisa diikuti Loteng.Meski demikian, ia tidak putus harap dan komitmen kedepan akan tingkatkan pembibitan, seleksi dan pembinaan atlet mulai jenjang usia dini hingga dewasa agar dapat mengisi seluruh cabor dan mencetak para juara. (Irs)



0Komentar