Mataram (postkotantb.com) Ketua Tim Pemenangan Nasional Pemuda Ganjar- Mahfud, Darmaji Suradika menjadi narasumber dalam diskusi publik bertajuk "Suara dan Harapan Anak Muda untuk Indonesia Menghadapi Pemilu 2024" di Sayung Resto, Kota Mataram, NTB, Sabtu malam, 10 November 2023.
Acara tersebut diisi dengan banyak pertanyaan dari Gen Z yang berlangsung hangat dalam satu semangat perjuangan untuk memenangkan Ganjar-Mahfud di Nusa Tenggara Barat pada pilpres 2024 yang tinggal dua bulan lagi.
Salah satu pertanyaan kritis datang dari Megawati, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Mataram. Megawati menyebut Darmaji Suradika dikirim dari Jakarta hanya untuk menyuarakan Ganjar-Mahfud kepada anak-anak muda NTB. Namun dia bertanya, apa saja gagasan cemerlang paslon nomor urut 3 itu untuk Indonesia ke depan.
Sebab, menurut Megawati yang tampil sebagai penanya perdana, gagasan-gagasan maupun ide-ide cerdas itu, bisa menjadi salah satu modal masa depan generasi muda dalam menyongsong hari depan.
"Dengan mengetahui apa saja gagasan cerdas dari Ganjar-Mahfud tulah modal masa depan kami generasi muda," ucap Megawati yang duduk di barisan kursi nomor 3 dari depan.
"Demokrasi mati bila calon pemimpin tak kuat dengan gagasan-gagasan cerdas," pungkasnya, yang terkesan menyindir salah satu paslon.
Sementara itu, Yulita yang juga mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Mataram meminta penjelasan kasus Wadas di Jawa Tengah dan kemiskinan yang belum baik-baik saja.
Penanya lainnya menanyakan apakah jika Ganjar terpilih menjadi presiden, tetap akan disebut petugas partai?
Menanggapi hal itu, Darmaji Suradika menjelaskan panjang lebar. Namun intinya, dia bercerita ketika sebutan petugas partai didiskusikan dengan politisi senior PDIP, Panda Nababan.
Politik itu, kata Darmaji, mengumpulkan daya dan mengelola daya, itulah tugas Itu partai, orang partai. Tujuannya, tentu untuk meraih kemenangan yang selanjutnya meraih kekuasaan dalam pemerintahan.
"Maka karena itu, sebutan petugas partai tidak lah salah dalam perspektif internal partai," ungkapnya.
Bilamana Ganjar-Mahfud mendapat amanah memimpin Indonesia pada pilpres mendatang, lanjut Darmaji, maka kemenangan itu dicatat sejarah dan menciptakan sejarah.
Menjawab pertanyaan lain tentang pendidikan, Darmaji menjelaskan, pendidikan tidak saja menciptakan sarjana, tapi juga jaminan masa depan generasi muda.
Ganjar, sebut Darmaji, memperjuangkan anak-anak muda lokal yang tinggal di daerah-daerah untuk sukses kelokalannya.
"Dengan demikian, anak-anak muda yang tinggal di desa-desa tak perlu lagi berhijrah ke Jakarta atau kota-kota besar lainnya karena ada jaminan ketersediaan bekerja di daerah asal mereka," ujarnya di sesi terakhir diskusi.
"Dan kita semua anak muda yang hadir di sini berharap bersama beliau (Ganjar-Mahfud) terjadi perubahan yang signifikan, terutama dalam mengatasi kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja baru melalui kreasi-kreasi yang inovatif," tutupnya. (Babe)




0Komentar