Foto Istimewa


Sumbawa Besar (postkotantb.com) - Wakil Bupati (Wabup) Sumbawa, Hj. Dewi Noviany, S.Pd., M.Pd selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Sumbawa, menjadi narasumber untuk memaparkan praktik baik penanganan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sumbawa pada Forum Koordinasi Stunting Tingkat Provinsi NTB, di Ballroom Garuda, Hotel Golden Palace Mataram, Rabu (13/12/2023).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dibuka secara resmi oleh Pj. Gubernur NTB diwakili Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM. Adapun Kepala BKKBN RI, Dr. (HC) Hasto Wardoyo selaku keynote speech hadir secara virtual memaparkan materi tentang Langkah Kongkrit Percepatan Penurunan Stunting Menyongsong Indonesia Maju.
Kegiatan ini dihadiri Anggota Forkopimda NTB, sejumlah Kepala OPD NTB, Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Kepala Dinas P2KBP3A kabupaten/ota se-NTB, serta perwakilan lembaga, mitra kerja dan stakeholder terkait lainnya.


Wabup Hj. Dewi Noviany menyebut, data stunting di Kabupaten Sumbawa dalam empat tahun terakhir mengalami trend penurunan yang cukup baik. Pada tahun 2020, jumlah kasus stunting di Kabupaten Sumbawa masih berada di angka 10,91 persen, kemudian turun menjadi 8,39 persen di tahun 2021, dan turun lagi menjadi 8,11 pesen di tahun 2022 dan 2023.

''Keberhasilan ini tidak terlepas dari komitmen dan visi-misi pimpinan daerah yang ditindaklanjuti dengan penguatan dan pengembangan sistem, data, informasi, riset dan inovasi di tingkat perangkat daerah. Selain itu, juga diperkuat dengan peningkatan edukasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat, peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga dan masyarakat, serta konvergensi intervensi spesifik dan intervensi sensitif,'' kata Hj. Dewi Noviany.

Selanjutnya, wabup memaparkan beberapa praktik baik penanganan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sumbawa, antara lain melalui pelaksanaan 8 aksi nyata konvergensi stunting yang didukung DAU-APBD; penguatan kelembagaan dan dukungan anggaran untuk intervensi sensitif maupun intervensi spesifik; pelaksanaan inovasi Tuntun Gera Sumbawaku (Tuntaskan Stunting menuju Generasi Sumbawa Berkualitas) dan inovasi lainnya, serta dukungan partisipasi mitra kerja (YPII, UNSA, BAZNAS, LPA, IBI, IKAPTK, PKK, GOW, DWP, Perbankan dan Masyarakat), termasuk gerakan aksi nyata bakti stunting di 12 desa lokus stunting di Kabupaten Sumbawa.

Beberapa inovasi lainnya lanjut wabup, tersebar di beberapa OPD dan mitra kerja, yang dihajatkan untuk mendukung program penurunan stunting. Seperti Inovasi Gegan Sapa Tumbang (Gerakan Cegah Stunting melalui Sadar Pantau Tumbuh Kembang) yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa. Kemudian Inovasi Gesa PAUD HI (Gerakan Satu Desa Satu PAUD HI) yang merupakan inovasi Dinas Dikbud Kab. Sumbawa dimana setiap desa memfasilitasi 1 layanan anak usia dini menjadi Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI).

Selain itu juga dilaksanakan GERSATURI (Gerakan Makan Satu Telur Satu Hari), Regulasi Kawasan Tanpa Asap Rokok, Gera Mekar (Gerakan Menanam Kelor di Pekarangan), Gera Pe (Gerakan Sayang Pengantin), Kampaseh (Kampung Anak Sehat), Inovasi Desa Labuhan Sumbawa yaitu Ojek Food Stunting, Inovasi Puskesmas Dammil 3.3 (Pendampingan Ibu Hamil 3 trimester 3 bulan), Boat Desa Pedi Tode berupa integrasi layanan perlindungan anak dengan Posyandu Keluarga - BKB - PAUD HI - Layanan Rehabilitasi Sosial - Layanan Jango Desa Dukcapil di Desa Ramah Perempuan dan Layak Anak, serta kegiatan bedah rumah layak huni oleh Dinas PRKP Kab. Sumbawa sebagai tindak lanjut hasil audit kasus stunting.


Beberapa inovasi tersebut menurut wabup telah berperan besar dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kab. Sumbawa. Wabup berharap, kesuksesan penurunan stunting di Kabupaten Sumbawa dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain. Selain itu, Wabup juga menegaskan perlunya terus memperkuat kerja sama antarstakeholder, melibatkan masyarakat, dan mengintegrasikan inovasi-inovasi berkelanjutan dalam upaya mencapai target penurunan stunting yang lebih optimal.

"Dalam menghadapi tantangan ini, sinergi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas di masa depan,'' pungkas wabup. (Ari)