Anding Duwi Cahyadi Sekda Lombok Utara saat beri sambutan pada acara Gebyar Posyandu Desa. Foto Istimewa
Lombok Utara, (postkotantb.com) - Ratusan kader posyandu di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, secara simbolis menerima Pin Kader Purwa, Kader Madya, dan Kader
Utama dalam acara “Gebyar Posyandu Desa” yang dirangkaikan dengan Promosi Posyandu Aktif yang diselenggarakan oleh Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan yang berkolaborasi dengan Yayasan 1000 Days Fund, Yayasan Amanah Bangun Negeri, Persada Capital Investama, dan Infokes Indonesia bertempat di Kantor Desa Bayan (14/08/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh
Sekda KLU Anding Duwi Cahyadi, S.STP., MM.,Kadis Kesehatan KLU dr. H. Lalu Bahrudin., M.Kes, Kadis Sosial, PP dan PA KLU Faturrahman Ketua GOW RR.Pungky Kusmalahadi Syamsuri, Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta,Direktur Yayasan 1000 Hari Karina Suryawinata, Direktur yayasan Amanah Bangun Negeri Zuraidah Murdia Hamdie serta undangan lainnya.
Penghargaan ini diberikan setelah para kader menjalani pelatihan dan penilaian oleh tenaga
kesehatan di wilayah puskesmas masing-masing.
Sekda KLU Anding Duwi Cahyadi menyampaikan apreasiasi kepada kepada Yayasan 1000 Hari, dan yayasan Amanah Bangun Negeri yang ikut berkontribusi dalam membangun generasi emas Lombok Utara yang sehat dan cerdas.
"Menjaga kesehatan bukan hanya tugas pemerintah saja khususnya dinas kesehatan tetapi tugas kita semua untuk memastikan kesehatan dan pemenuhan gizi anak-anak agar bebas dari stunting,"tandasnya.
Lebih lanjut kata Anding angka stunting di Lombok Utara masih sangat tinggi, meskipun penurunan sangat signifikan setiap tahun perlu diantisipasi agar tidak terjadi kenaikan.
Fenomena angka stunting ada di KLU yang masih tinggi, faktor utamanya ada lingkungan keluarganya, ketika keluarga sehat, bahagia insyaallah anak -anak juga akan sehat.
"Jika anak kita bisa cerdas, sehat dan bahagia tentunya tidak lepas dari faktor orang tua, orang tua menjadi contoh dalam kehidupan keluarga yang sehat," jelasnya.
Masih kata Anding diketahui bersama bahwa generasi yang sekarang merupakan para penerus nantinya, sehingga penting bagi keluarga menjaga kesehatan serta memberikan pemenuhan gizi yang baik.
"Saya meminta kepada para kader posyandu serta orang tua untuk selalu memberikan makanan yang bergizi serta menjaga kesehatannya anak-anak kita sebagai generasi penerus pembangunan Lombok Utara,," pintanya.
Hal yang sama juga disampaikan Kades Bayan Satriadi, S.P memberikan apreasiasi kepada Yayasan 1000 hari dan Yayasan amanah bangun negeri yang telah melakukan pendampingan kesehatan khususnya di Desa Bayan.
"Kegiatan gebyar posyandu sebagai langkah yang bagus diambil dalan rangka memberikan penghargaan kepada para kader posyandu yang berperan aktif selama ini," Tegasnya.
"Dimana pemerintah daerah memberikan honor yang sesuai dengan perkerjaannya, sebagai bentuk apresiasi kepada kader-kader posyandu," ujarnya.
Sementara itu Direktur Bisnis dan Stretegi Yayasan 1000 Hari Karina Suryawinata menceritakan kehadiran Yayasan 1000 Days Fund sejak tahun 2022 yang bermitra dengan Pemda KLU melalui Dinas Kesehatan, pemerintah desa untuk memperkuat sistem kesehatan di tingkat akar rumput.
"Hingga kini, lebih dari 500 kader posyandu di delapan desa dan tiga puskesmas telah mendapatkan
pelatihan selaras dengan kebijakan Integrasi Layanan Primer Kementerian Kesehatan," katanya
Adapun Materi mencakup pencegahan stunting dengan poster pintar, teknik pengukuran anak yang akurat, dan
tata kelola posyandu sesuai lima langkah Posyandu Aktif.
“Pelatihan saja tidak cukup, karena itu kami hadir menguatkan peran tenaga kesehatan dalam
memberikan pendampingan yang konsisten, supervisi yang jelas, serta dukungan dari berbagai
pihak agar keterampilan mereka terus berkembang dan tetap relevan dengan kebutuhan di lapangan," Paparnya.
Lebih lanjut katanya investasi pada kader adalah investasi jangka panjang untuk yang tidak hanya menjamin kesehatan anak-anak yang ada saat ini tapi juga yang akan lahir di kemudian
hari.
Dampak dari terjalinnya kerja sama yang baik antara 1000 Days Fund dengan tenaga kesehatan di
puskesmas dan pemerintah desa terbukti dengan adanya penurunan angka stunting di wilayah
intervensi dari 25 persen menjadi 21 persen dalam satu tahun terakhir dan dari penurunan kasus bayi berat
lahir rendah (BBLR) dari 9,15 persen menjadi 7,88 persen.
Sementara itu Direktur yayasan Amanah Bangun Negeri Zuraidah Murdia Hamdie menyampaikan rasa bangga, dikarenakan dalam acara hari Gebyar dirinya merasakan langsung terjalinnya kerja sama yang luar biasa antar pemangku kepentingan disini, mulai dari kepala desa, kepala puskesmas serta stekholder lainnya.
"Kegiatan ini sebagai upaya penguatan sistem kesehatan di desa, utamanya yang melibatkan kader,” ujarnya.
Tak hanya melakukan pelatihan dan pendampingan terhadap kader posyandu, 1000 Days Fund
juga menerapkan pendekatan 5T Kader guna memastikan kader Terlatih, Terlengkapi, Tersupervisi,
Terinsentif, dan Terjamin masa kerjanya melalui SK desa.
Selain penyerahan pin, acara ini juga menjadi momentum rekognisi terhadap pemenang
penghargaan Posyandu Terbaik, Posyandu Favorit, Kader Terbaik, dan Sasaran Inspiratif. 1000
Days Fund menekankan bahwa peran kader sekarang sudah beralih dari sekadar relawan menjadi
pekerja dengan tuntutan dan beban yang semakin besar, sehingga memerlukan dukungan
berkelanjutan dari segi pelatihan, perlengkapan kerja, kompensasi, dan keterjaminan masa kerja.
"Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat gerakan Posyandu Aktif, yang tidak
hanya berfokus pada penimbangan dan imunisasi, tetapi juga pada konseling gizi, pencegahan
stunting, dan edukasi kesehatan yang berkesinambungan," tutupnya. (@ng)
Pewarta : Jaharuddin.S.Sos








0Komentar