Sumbawa Besar, (postkotantb.com) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa mulai memacu percepatan pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Tahun Anggaran 2026 melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Aula H.Madilaoe ADT, Kantor Bupati Sumbawa, Senin (19/01/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah awal penyamaan langkah seluruh perangkat daerah dalam memastikan belanja pemerintah berjalan efektif dan berdampak bagi masyarakat.
Sosialisasi tersebut dibuka langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dan dihadiri Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, jajaran asisten dan staf ahli, serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa pelaksanaan PBJ tidak sekadar persoalan administratif, tetapi menjadi kunci utama percepatan pembangunan dan penggerak roda ekonomi daerah. Oleh karena itu, ia meminta seluruh OPD menyiapkan proses pengadaan sejak awal tahun anggaran.
“Belanja pemerintah harus segera berkontribusi pada masyarakat. Jangan sampai anggaran besar terserap di akhir tahun, sementara manfaatnya terlambat dirasakan,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa percepatan pengadaan telah memiliki payung hukum yang jelas dan wajib dipatuhi oleh seluruh OPD. Pemerintah Kabupaten Sumbawa, lanjutnya, telah memperkuat komitmen tersebut melalui penerbitan Instruksi Bupati tentang percepatan PBJ sebagai pedoman kerja bersama.
Selain percepatan, Bupati H. Jarot menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam setiap tahapan pengadaan. Ia meminta agar seluruh proses tender, seleksi, maupun e-purchasing dilakukan secara transparan, profesional, serta memberi ruang bagi pelaku usaha lokal melalui pemanfaatan katalog elektronik.
“Kecepatan harus sejalan dengan kepatuhan. Tidak ada toleransi terhadap praktik yang menyimpang dari aturan,” tegasnya.
Menjawab tantangan keterbatasan sumber daya manusia bersertifikat pengadaan, Bupati meminta para kepala OPD mengambil peran aktif dan langkah strategis, termasuk menjalankan fungsi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bila diperlukan, agar pelaksanaan PBJ tidak terhambat.
Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Sumbawa, Erma Hadi Suryani, ST., MM., Inov., melaporkan bahwa kinerja PBJ tahun 2025 menunjukkan hasil positif. Kabupaten Sumbawa berhasil melaksanakan puluhan paket pengadaan konstruksi dan konsultansi serta ribuan transaksi e-purchasing dengan nilai ratusan miliar rupiah.
Atas capaian tersebut, Kabupaten Sumbawa meraih Indeks Tata Kelola Pengadaan dengan predikat baik serta UKPBJ Level 3 (Proaktif). Ke depan, UKPBJ akan memfokuskan penguatan kompetensi aparatur melalui pemetaan kebutuhan dan sertifikasi pengadaan guna mendukung kelancaran PBJ di seluruh perangkat daerah. (Jhey)




0Komentar