Lombok Utara, (postkotantn.com) - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia melakukan pemeriksaan lapangan intensif terhadap program pembangunan sanitasi individual tahun anggaran 2025 di Desa Santong Mulia, Kabupaten Lombok Utara. Audit yang berlangsung pada Sabtu, 21 Februari 2026 (03 Ramadhan 1447 H) ini merupakan bagian dari upaya memastikan akuntabilitas Dana Alokasi Khusus (DAK) Sanitasi.
Pemeriksaan ini bertujuan memastikan infrastruktur yang dibangun tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memenuhi standar teknis kesehatan lingkungan. BPK berfokus pada memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan, verifikasi standar tangki septik agar benar-benar layak dan aman bagi lingkungan dan memastikan sarana digunakan secara aktif untuk menekan angka Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
Perwakilan BPK NTB, Mohammad, menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap pelaksana pembangunan. Ia mendorong adanya keterpaduan perencanaan antara pusat dan daerah agar akses sanitasi merata dan berkualitas sesuai dengan Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK).
Di Desa Santong Mulia, program ini menyasar 51 Kepala Keluarga (KK) melalui pembangunan tangki septik individual dan MCK (Mandi, Cuci, Kakus).
Misyadin, Ketua Pelaksana pembangunan, menjelaskan bahwa proyek yang dimulai sejak Agustus 2025 ini telah tuntas 100% pada Desember 2025.
"Meskipun menghadapi kendala cuaca hujan dan sulitnya akses pengangkutan material ke lokasi, kami berkomitmen menyelesaikannya tepat waktu. Masyarakat, khususnya kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), sangat bersyukur karena kini tidak lagi BAB sembarangan," ungkapnya pada Senin, (23/02/2026).
Kepala Desa Santong Mulia, Hermanto, menyampaikan apresiasi mendalam atas program ini. Menurutnya, bantuan ini sangat krusial dalam menjaga kebersihan lingkungan desa.
"Kami berterima kasih atas pembangunan MCK ini. Lingkungan kami kini lebih bersih. Namun, kami berharap kedepannya desa kami kembali mendapat program serupa karena masih ada beberapa KK yang belum memiliki fasilitas MCK layak pakai," harap Hermanto.
Kegiatan pemeriksaan lapangan ini berlangsung lancar dengan pendampingan langsung dari Yaya (Pejabat Pembuat Komitmen/PPK), Ra'dah (Kasi Sanitasi), Tim Fasilitator Lapangan dan Pengurus KSM Santong Mulia. Audit ini mempertegas komitmen BPK dalam mengawal keuangan negara pada sektor yang berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan hidup. (@ng)





0Komentar