Usulan Rakyat Adalah Titah yang Wajib Saya Perjuangkan

Laporan Syaiful Marjan postkotantb.com Biro Sumbawa


Sumbawa Besar, (postkotantb.com) -
Di tengah guyuran hujan lebat yang mengguyur wilayah Sumbawa, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.AP., M.M.Inov, tetap tancap gas menjalankan agenda Reses Masa Sidang I Tahun 2026.

Tak ada kata mundur. Hari kedua reses, Rabu (11/02/2026), ia turun langsung ke desa Lito dan Desa Semamung, menyerap aspirasi dan jeluhan warga tanpa sekat, tanpa protokoler berlebihan.

Sebelum bertolak ke lapangan, Ketua DPRD lebih dulu memimpin rapat bersama Forum P3A dan OPD terkait di kantor dewan. 

Usai salat Zuhur, rombongan bergerak menuju Desa Lito. Hujan deras tak menyurutkan langkah, dan lebih penting lagi—tak menyurutkan semangat warga.

Di Lito, warga menyampaikan sejumlah persoalan krusial. Gedung PAUD/TK yang memprihatinkan, jaringan irigasi pertanian yang butuh perbaikan, hingga permintaan pembangunan sarana ibadah, bantuan untuk Majelis Taklim, serta beasiswa bagi anak-anak petani.

Ketua DPRD menegaskan, reses bukan sekadar formalitas tahunan

“Kehadiran Bapak dan Ibu di tengah hujan ini adalah kehormatan bagi saya. Aspirasi yang pernah disampaikan harus kita pastikan progresnya. Hari ini kita inventarisir kembali kebutuhan mendesak masyarakat,” tegasnya.

Ia juga memaparkan realisasi Pokok Pikiran (pokir) DPRD hasil reses sebelumnya, mulai dari infrastruktur pertanian, sektor pendidikan, hingga dukungan bagi pelaku UMKM. 

Pesannya jelas: aspirasi bukan untuk didengar lalu dilupakan.

Semamung: Infrastruktur dan Ekonomi Jadi Sorotan
Beranjak ke Desa Semamung, suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. 

Meski musim tanam tengah berlangsung, aula tetap dipadati warga yang ingin memastikan suara mereka tidak sekadar jadi catatan.

Di desa ini, isu infrastruktur pertanian menjadi prioritas utama. Warga mendesak pembangunan Jaringan Usaha Tani (JUT), cekdam, serta normalisasi cekdam yang mengalami pendangkalan. 

Di sektor ekonomi, masyarakat meminta bantuan modal untuk UMKM, peternakan, dan keluarga kurang mampu. Tak kalah penting, dukungan sarana pelestarian budaya Karapan Kerbau juga menjadi perhatian.
Ketua DPRD menilai antusiasme warga sebagai bentuk kesadaran politik yang sehat.

“Kesadaran masyarakat untuk hadir dan menyampaikan aspirasi adalah kekuatan demokrasi desa. Apa yang diperjuangkan bersama harus memberi hasil nyata,” ujarnya.

"Aspirasi Rakyat Adalah Titah”

Menutup rangkaian reses di dua desa tersebut, Nanang Nasiruddin menyampaikan pernyataan yang tegas sekaligus menyentuh. Ia meminta masyarakat menjaga fasilitas yang telah dibangun pemerintah dan memastikan usulan baru akan dikawal hingga masuk dalam skema pembangunan daerah, meski dilakukan secara bertahap.

“Aspirasi yang bapak-bapak dan Ibu ibu sampaikan adalah titah yang wajib saya perjuangkan sepenuh jiwa dan raga. 

Apa pun yang Bapak/Ibu usulkan akan saya kawal.

"Bagi saya, sesuatu yang kita perjuangkan harus dimenangkan,” pungkasnya optimistis.
Reses kali ini bukan sekadar agenda legislasi, melainkan penegasan komitmen politik dan suara rakyat bukan pelengkap laporan, tetapi fondasi perjuangan. (Jhey)