Sumbawa Beaar, (postkotantb.com) — Safari Ramadan 1447 H Pemerintah Kabupaten Sumbawa resmi dimulai dari Desa Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu. Di Masjid At-Taqwa, Jumat (20/02/2026), Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP turun langsung menyapa masyarakat dan menunaikan Shalat Jumat berjamaah sebagai pembuka rangkaian kegiatan.

Ibadah dipimpin Ustadz Joni Sutarman, Lc sebagai imam dan khatib. Usai salat, bantuan langsung disalurkan tanpa banyak seremoni. Pemerintah daerah menyerahkan dana Rp20 juta untuk pembangunan Masjid At-Taqwa, sepuluh mushaf Al-Qur’an dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa, serta 20 paket sembako dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa.

Dalam arahannya, Bupati Jarot menegaskan Safari Ramadan bukan sekadar agenda formalitas tahunan. Ia menyoroti kebiasaan kunjungan pejabat yang kadang justru membebani warga karena merasa harus menjamu secara berlebihan.
“Pemerintah hadir untuk membawa manfaat dan solusi, bukan menambah beban masyarakat,” tegasnya di hadapan jamaah.


Ia juga menyampaikan bahwa Pemkab Sumbawa tengah aktif melobi pemerintah pusat agar lebih banyak program strategis dan sumber pendanaan bisa masuk ke daerah. 
Menurutnya, percepatan pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan APBD, tetapi harus dibarengi komunikasi dan sinergi lintas level pemerintahan.
Safari Ramadan perdana ini sekaligus menjadi momentum refleksi satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati. 

Bupati mengungkapkan, pembenahan tata kelola keuangan daerah telah membuahkan hasil dengan diraihnya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada 2025. Namun, ia menegaskan capaian tersebut bukan akhir, melainkan pijakan untuk bekerja lebih cepat dan lebih terukur.

Di sektor ekonomi, arah pembangunan difokuskan pada penguatan industri daerah—mulai dari industri garam, pengembangan unggas di Serading, tambak di wilayah Penyaring, hingga potensi pertambangan di wilayah selatan. Langkah ini diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Tak hanya ekonomi, program Sumbawa Hijau Lestari juga terus didorong agar selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan tingkat provinsi dan pusat. Di bidang pendidikan, Pemkab Sumbawa menargetkan pengembangan sekolah rakyat, sekolah terintegrasi, serta mendorong hadirnya Sekolah Unggul Garuda sebagai bagian dari program prioritas nasional.


Safari Ramadan hari pertama ini bukan hanya tentang bantuan, tetapi juga penegasan komitmen: pemerintah hadir lebih dekat, lebih konkret, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dari Masjid At-Taqwa Batu Tering, semangat pelayanan publik ditegaskan—bahwa pembangunan harus terasa hingga ke desa, dan kepemimpinan harus menyentuh langsung kehidupan rakyat. (Jhey)