Lombok Timur (postkotantb.com) -
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memulai langkah serius menghadapi ajang TP2DD Championship 2026 dengan menggelar rapat koordinasi tingkat tinggi di Kantor Bupati, Senin (02/3/2026). 

Pertemuan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penyusunan strategi baru guna memperkuat digitalisasi transaksi keuangan daerah.

Dalam sambutannya, H.Haerul Warisin menekankan bahwa mempertahankan prestasi membutuhkan konsistensi dan peningkatan kinerja di seluruh lini. 

Dia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) tidak hanya fokus pada capaian administratif, tetapi memastikan implementasi sistem digital berjalan efektif di lapangan.


Salah satu fokus utama tahun ini adalah mendorong kenaikan signifikan transaksi non tunai, khususnya dalam pembayaran pajak dan retribusi daerah.

Bupati menilai penguatan sistem elektronik menjadi langkah strategis untuk meningkatkan transparansi sekaligus meminimalkan potensi kebocoran anggaran.

Dia juga mengingatkan pentingnya pengendalian dinamika harga kebutuhan pokok,dan merujuk pada pengalaman sebelumnya saat Indeks Perkembangan Harga (IPH) melonjak akibat kenaikan harga cabai. Menurutnya, pengelolaan keuangan berbasis digital dapat membantu memperkuat pengawasan dan perencanaan daerah,katanya.

Baginya,Tahun 2026 ditargetkan sebagai fase perluasan digitalisasi hingga menjangkau seluruh desa. 

Koordinasi dengan kepala desa dinilai krusial agar penggunaan QRIS dan kanal pembayaran non tunai dapat merata di tengah masyarakat.   

Selain itu,lanjut bupati, peningkatan literasi digital bagi pelaku UMKM dan masyarakat umum menjadi bagian dari agenda priorita,sehingga 
Bupati juga meminta penguatan regulasi sebagai landasan implementasi. 

Dia selanjutnya menegaskan bahwa seluruh layanan pembayaran daerah harus diarahkan menuju sistem elektronik sepenuhnya, mengingat transaksi tunai masih berisiko menimbulkan celah penyimpangan.

Ditempat yang sama, Sekretaris Daerah Lombok Timur H.M.Juaini Taufik, mengungkapkan rencana peluncuran kartu kredit pemerintah bekerja sama dengan Bank NTB Syariah pada triwulan kedua tahun ini, dimana program tersebut akan diuji coba pada tiga OPD sebagai percontohan.


Penguatan sekretariat TP2DD dan intensifikasi sosialisasi di ruang publik juga akan dilakukan untuk memperluas pemahaman masyarakat.

Rapat tersebut dihadiri para pimpinan OPD, Direktur RSUD, Asisten Bidang Ekonomi Setda, serta perwakilan Bank NTB Syariah Selong. Selain menyamakan persepsi, kegiatan ini bertujuan menghimpun data pendukung untuk pengisian sistem SIPD P2DD dalam rangka menghadapi penilaian TP2DD 2026. (Mul)