Lombok Timur, (postkotantb.com) - Aplikasi Ferizy (ASDP Ticket) adalah platform resmi PT ASDP Indonesia Ferry untuk memesan tiket kapal feri secara online, memudahkan penumpang membeli tiket tanpa calo, memilih jadwal, dan melakukan pembayaran melalui berbagai metode seperti :
- transfer bank,
-e-wallet,
-atau minimarket. Hal ini dikatakan oleh Erlisetya Wahyudi, GM ASDP Kayangan kepada Media
Erlisetya Wahyudi, menegaskan bahwa gerai-gerai di sekitar pelabuhan bukan bagian dari sistem resmi.
“Penjualan tiket resmi hanya melalui website trip.ferizy.com dan kanal pembayaran resmi. Gerai di sekitar pelabuhan bukan mitra resmi ASDP,” tegasnya, kepada GJI NTB pada Kamis (19/03/2026).
Ia juga tidak menampik adanya potensi penambahan biaya oleh pihak tidak resmi tersebut. “Dalam praktiknya dimungkinkan ada biaya tambahan di luar tarif resmi, itu diluar kewenangan kami selaku pihak ASDP Karena itu kami menghimbau kepada masyarakat untuk membeli tiket melalui website resmi e - ferizy yang dapat diunduh langsung melalui Hp, agar tidak terkena biaya tambahan ,” jelas Erlys
Menurut Erlys, pengunduhan Aplikasi ini tersedia di Google Play Store dan Apple App Store.
- Fitur dan Keunggulan Utama Ferizy: adalah pemesanan melalui Onlinr agar Beli tiket jauh-jauh hari agar jadwal lebih pasti dan Pembayaran Fleksibel: Bisa melalui bank, minimarket (Alfamart/Indomaret), dan e-wallet.
Kelebihan dari aplikasi E- Ferizy melindungi Keamanan & Kenyamanan untuk Menghindari antrean panjang di pelabuhan dan sudah termasuk asuransi.
Berikut cara Menggunakan Aplikasi Ferizy:
- Unduh & Daftar: Download aplikasi di Play Store/App Store dan buat akun dengan email.
-Pilih Rute: Pilih pelabuhan asal/tujuan, layanan (eksekutif/ekonomi), jenis pengguna, jadwal, dan golongan kendaraan.
-Isi Data: Masukkan data penumpang dan kendaraan (nomor plat) secara lengkap dan benar.
-Bayar: Selesaikan pembayaran sesuai kode pembayaran.
Scan E-Ticket: Cetak boarding pass dengan memindai e-ticket saat check-in.
Erlys membeberkan, bahwa terkait adanya perbedaan harga di geray - geray penjualan e-ferizy itu bukan kewenangan dari ASDP, bahwa perbedaan harga tiket di gerai penjualan (agen/mitra pihak ketiga) bukan kewenangan penuh ASDP, terutama terkait biaya tambahan di luar tarif dasar resmi.
"ASDP menetapkan tarif penyeberangan resmi yang berlaku sama di aplikasi/website resmi Ferizy (ferizy.com) melalui Agen/Mitra Resmi, ASDP bekerja sama dengan mitra resmi (seperti Tiket.com, AgenBRILink, Alfamart, dll.) yang terintegrasi dengan sistem Ferizy. Harga di mitra resmi ini s sesuai dengan tarif dasar yang sudah ditentukan " jelas Erlys
Adanya perbedaan Harga/Biaya dari pihak ketiga melalui agen perjalanan, atau gerai penjualan un-official (bukan mitra langsung/calo) sering kali mengenakan biaya tambahan (admin fee) sebagai jasa pengurusan tiket. Hal tersebut di luar kewenangan pihak ASDP. Ujarnya
"ASDP tidak memiliki kewenangan mengatur margin keuntungan atau biaya layanan yang ditetapkan oleh agen swasta tersebut " jelas Erlys
Untuk menghindari terjebak calo tiket, pihaknya terus beruapaya dan mengimbau pengguna jasa untuk membeli tiket melalui sales channel resmi (Aplikasi Ferizy, Website Ferizy, atau mitra resmi) guna menghindari calo dan mendapatkan harga resmi, serta memastikan tiket aman.
"Harga di luar sistem resmi Ferizy (agen/calo) adalah di luar kendali dan tanggungjawab ASDP, karena kerap kali mencakup service charge atau komisi bagi pihak agen" urai Erlys
Belum lama ini Anggota Komisi V DPR RI, H. Abdul Hadi,SE, MM, melayangkan protes keras dan menyebut praktik penjualan ticket melalui Geray-geray e-ferizy adanya biaya tambahan tersebut sebagai sesuatu yang tidak bisa ditolerir “Harga tiket ada aturannya, tidak boleh semena-mena apalagi sampai dua kali lipat. Kami protes keras dan ini akan menjadi evaluasi kami ke ASDP dan Kemenhub. Ini tidak wajar dan memberatkan masyarakat,” Ujarnya.
Sebelumnya adanya laporan masyarakat sudah diterima dan peringatan telah disampaikan kepada pimpinan operator penyeberangan. “Kami sudah ingatkan pimpinan ASDP. Kalau ini terus terjadi, apalagi di momen Lebaran, tentu akan jadi atensi serius kami,” ujarnya.
Abdul Hadi juga mendorong masyarakat untuk berani melaporkan praktik tersebut dengan bukti pendukung. Di sisi lain, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kayangan menegaskan bahwa tarif resmi justru sedang didiskon selama periode 12–31 Maret 2026. Penumpang dewasa hanya dikenakan sekitar Rp14.800 (diskon 21 persen), Golongan II sekitar Rp. 65.700 (diskon 12 persen), dan Golongan IV A sekitar Rp. 519.300 (diskon 7 persen).
Namun di lapangan, kebijakan tersebut seolah tidak terasa. Dugaan praktik percaloan justru membuat harga melonjak hingga dua kali lipat, jauh dari tarif resmi yang telah ditetapkan pemerintah.
Tips Aman beli tikete-ferizy : Selalu beli tiket melalui website tripferizy.com atau mitra resmi yang terdaftar untuk mendapatkan harga resmi dan menghindari calo. (Amry)


0Komentar