Lombok Timur, (postkotantb.com) - Ziarah Mahabbah Kubra resmi dibuka di Lombok Timur dengan konsep wisata religi yang memadukan perjalanan spiritual dan pengalaman kebersamaan. 

Program ini menyasar masyarakat yang ingin berziarah sekaligus menikmati suasana perjalanan yang santai dan bermakna.

Panitia mengemas kegiatan ini tidak sekadar kunjungan ke makam ulama, tetapi juga sebagai ruang refleksi diri di tengah rutinitas harian. 

Selain itu, ziarah ini juga dikaitkan dengan gaya hidup sehat melalui aktivitas fisik ringan selama perjalanan.

Ketua Dewan Pembina Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben, Ustadz Asdarrudin, menyebut kegiatan ini membawa banyak manfaat. 

“Mari ambil manfaat ziarah dalam rangka mencegah dan mengatasi diabetes dengan Ziarah Mahabbah Kubra,” ujarnya.

Ia menambahkan, perjalanan ini diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan tubuh melalui aktivitas bergerak, menjaga asupan, dan memperbanyak minum. 

Meski demikian, manfaat kesehatan tersebut lebih bersifat pendukung gaya hidup sehat, bukan pengganti pengobatan medis.

Rute ziarah mencakup sejumlah makam tokoh agama, seperti Tuan Guru Haji Muhammad Arsyad, Tuan Guru Haji Khalil, Tuan Guru Haji Muhammad Thahir, Tuan Guru Haji Muhammad Said, hingga Tuan Guru Haji Muhammad Ali.

Peserta juga akan diajak menikmati momen matahari terbenam di kawasan Labuhan Haji sebagai bagian dari wisata religi.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 29 Maret 2026, dengan titik keberangkatan dari Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben. Peserta akan berangkat pukul 07.30 WITA menggunakan bus pariwisata yang telah disiapkan panitia.

Biaya yang dikenakan sebesar Rp125 ribu per orang dengan uang muka Rp100 ribu. Sistem pendaftaran menggunakan skema siapa cepat dia dapat, mengingat kuota peserta terbatas.

Selain transportasi, panitia juga menyediakan fasilitas seperti air mineral, cenderamata, kitab panduan ziarah, doorprize, tour leader berpengalaman, serta dokumentasi selama perjalanan. Pendaftaran dapat dilakukan melalui panitia di wilayah Mamben, Kecamatan Wanasaba. (red)