Mataram, (postkotantb.com) – Upaya pelestarian sejarah dan pengembangan potensi desa menjadi destinasi wisata unggulan kembali digaungkan. Bertempat di Bale Budaya Banyumulek, sebuah diskusi mendalam mengenai sejarah lokal dan konsep Desa Wisata Religi berlangsung hangat pada malam Kamis, 16 April 2026.
Acara ini menghadirkan Agus Sastrawan sebagai narasumber utama yang membedah sejarah panjang Banyumulek. Diskusi ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian ilmiah yang dilakukan oleh Hambali, mahasiswa S2 Universitas Gadjah Mada (UGM), dalam rangka penyelesaian tesisnya.
Dalam sesi wawancara dan pembahasan yang berlangsung interaktif, Agus Sastrawan memaparkan berbagai fakta sejarah, nilai-nilai luhur, serta akar budaya yang membentuk identitas masyarakat Banyumulek hingga saat ini.
Pembahasan tidak hanya berhenti pada aspek historis, tetapi juga mengarah pada strategi konkret bagaimana kekayaan sejarah tersebut dapat dikemas menjadi daya tarik utama dalam konsep Desa Wisata Religi.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ustazd Mawardi, S.Pd., yang turut memberikan masukan terkait aspek spiritual dan nilai keagamaan yang menjadi pondasi kuat dalam pengembangan wisata religi.
Kehadiran para tokoh dan akademisi ini diharapkan dapat memberikan landasan data yang akurat dan visioner bagi pengembangan desa ke depannya. Hambali menyampaikan bahwa hasil dari diskusi dan kajian sejarah ini akan menjadi bab penting dalam tesisnya, sekaligus menjadi rekomendasi bagi pemerintah dan masyarakat untuk memajukan Banyumulek sebagai destinasi wisata yang berbasis pada sejarah, budaya, dan keagamaan.
Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar sinergi antara akademisi, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah dapat terus terjalin, sehingga potensi Banyumulek dapat terkelola dengan baik, melestarikan sejarah, serta memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. (@ng)



0Komentar