Lombok Barat, (poskotantb.com) - Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Lombok Barat menghadirkan terobosan digital bernama Scan–IT Office, sebuah sistem berbasis barcode yang dirancang untuk mempermudah pengelolaan barang bawaan jamaah haji.
Inovasi ini hadir sebagai solusi atas berbagai kendala teknis yang kerap terjadi dalam proses distribusi koper jamaah, seperti tertukarnya barang bawaan maupun lambatnya proses identifikasi di lapangan.
Kepala Kantor Kementerian Haji Lombok Barat, H. Suparlan menjelaskan bahwa selama ini pengelolaan koper jamaah menjadi salah satu tantangan dalam proses pemberangkatan haji.
“Selama ini, pengelolaan barang bawaan jamaah sering menjadi kendala. Perbedaan arah distribusi koper kerap menimbulkan kebingungan hingga menguras energi petugas. Karena itu, kami menghadirkan inovasi melalui sistem pemindaian barcode yang terintegrasi dengan identitas jamaah,” ujarnya saat ditemui media ini di kantornya, Rabu (22/04/2026).
Melalui aplikasi Scan–IT Office, setiap koper jamaah yang telah dilengkapi barcode pada kartu identitas dapat dipindai langsung menggunakan telepon genggam petugas. Setelah barcode dipindai, sistem akan menampilkan data lengkap jamaah secara otomatis, mulai dari nama, rombongan, regu, hingga status barang bawaan secara real-time.
Menurut Suparlan, sistem ini membuat proses pemeriksaan menjadi lebih cepat dan efisien karena petugas tidak lagi melakukan pengecekan manual satu per satu.
“Begitu barcode dipindai, langsung muncul ringkasan data jamaah dan barangnya. Ini sangat memudahkan proses pengawasan,” tambahnya.
Tak hanya membantu pengelolaan koper, aplikasi ini juga dimanfaatkan untuk mengatur penempatan jamaah di dalam bus menuju embarkasi, sehingga proses keberangkatan berlangsung lebih tertib dan sistematis sesuai urutan rombongan.
Pada musim haji tahun ini, jamaah asal Lombok Barat yang tergabung dalam Kloter 3 tercatat sebanyak 387 orang, atau 393 orang termasuk pendamping.
Meski demikian, terdapat beberapa perubahan dalam daftar keberangkatan akibat adanya jamaah yang meninggal dunia sebelum masuk asrama haji. Empat jamaah yang wafat tercatat berasal dari Gunungsari, Lingsar, dan Gerung.
Dari empat jamaah tersebut, tiga di antaranya telah digantikan oleh anggota keluarga, sedangkan satu kursi masih menunggu pengisian dari jamaah cadangan.
“Untuk kekosongan kuota, kami sedang mengupayakan pergeseran jamaah cadangan dari kloter lain dengan tetap menyesuaikan regulasi manifest penerbangan,” jelas Suparlan.
Kementerian Haji Lombok Barat berharap inovasi Scan–IT Office dapat meningkatkan kualitas pelayanan jamaah serta meminimalisir kesalahan dalam pengelolaan logistik keberangkatan.
“Semoga dengan sistem ini proses pemberangkatan jamaah bisa berjalan lebih tertib, cepat, dan minim kendala,” pungkasnya.
Pewarta: Ramli


0Komentar