Sumbawa Besar, (postkotantb.com) - Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar upacara paripurna di halaman Kantor Bupati Sumbawa, Jumat, 17 April 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, unsur Forkopimda, para kepala OPD, serta ASN lingkup Pemkab Sumbawa.
Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, bertindak sebagai pembina upacara.
Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa upacara paripurna bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pemerintah daerah.
Ia mengungkapkan empat persoalan utama yang saat ini menjadi perhatian bersama.
Pertama, terkait kondisi petani di tengah panen raya. Tingginya curah hujan dan keterbatasan fasilitas pengering menyebabkan kadar air jagung dan padi meningkat, sehingga berdampak pada penurunan harga jual. DPRD, kata dia, telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian guna mendorong bantuan mesin pengering dan alat mesin pertanian. Ia juga menekankan pentingnya validasi data Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) agar bantuan tepat sasaran, khususnya bagi petani kecil.
Kedua, mengenai kelangkaan Elpiji 3 kilogram yang dinilai semakin membebani masyarakat. DPRD tengah mengupayakan penambahan kuota, namun ia menegaskan, bahwa pengawasan distribusi harus diperketat. Pemerintah daerah diminta bertindak tegas terhadap pangkalan maupun pengecer yang melanggar aturan.
Ketiga, terkait pelaksanaan Pilkades serentak di 21 desa pada tahun 2026. Ia mengingatkan seluruh ASN dan aparat desa untuk menjaga netralitas dan tidak terlibat dalam praktik-praktik yang mencederai demokrasi desa. Pilkades, tegasnya, harus berlangsung jujur dan adil.
Keempat, komitmen terhadap gerakan “Sumbawa Hijau Lestari”.
Ia menjelaskan, bahwa larangan penanaman jagung di kawasan hutan bertujuan menjaga kelestarian lingkungan dan menata ruang secara berkelanjutan. DPRD juga mendukung pengembangan program agroforestri sebagai solusi jangka panjang bagi keseimbangan ekonomi dan ekologi.
Mengakhiri amanatnya, Ketua DPRD mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi, meninggalkan ego sektoral, serta kembali pada semangat pengabdian “Sabalong Samalewa”.
“Rakyat Sumbawa tidak membutuhkan tumpukan laporan, tetapi bukti nyata bahwa pemerintah dan DPRD benar-benar bekerja untuk rakyat,” tegasnya. (Jhey)




0Komentar