Lombok Utara, (postkotantb.com) — Prestasi gemilang kembali diukir oleh generasi muda Lombok Utara. Kelompok Palang Merah Remaja (PMR) Wira SMAN 1 Kayangan berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Latihan Gabungan Palang Merah Remaja (Lagapraja IV) tingkat Wira dan Madya se-Pulau Lombok Tahun 2026.
Dalam kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh KSR-PMI Unit Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) tersebut, SMAN 1 Kayangan sukses membawa pulang dua trofi sekaligus, yaitu: Juara 2 Perawatan Keluarga (PK) dan Juara 2 Pengurangan Risiko Bencana (PRB)
Acara yang digelar sejak Sabtu 27 Juni 2026 hingga puncaknya sekaligus pengumuman juara ini berlangsung khidmat di Mataram pada Ahad, 28 Juni 2026 M/13 Muharram 1448 H.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari dedikasi, kerja keras, dan keterampilan tinggi yang dimiliki oleh para anggota PMR SMAN 1 Kayangan. Mereka dinilai mampu menguasai materi kepalangmerahan secara mendalam serta menunjukkan kesiapsiagaan yang matang dalam simulasi pengurangan risiko bencana.
Lagapraja IV sendiri merupakan ajang tahunan yang mempertemukan PMR tingkat Madya (SMP/MTs) dan Wira (SMA/MA/SMK) se-pulau Lombok untuk menguji kemampuan mereka dalam berbagai cabang perlombaan kepalangmerahan yang ketat dan bergengsi.
Keberhasilan luar biasa ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari Kepala SMAN 1 Kayangan, Moh. H. Fatkoer Rohman, S.Pd., M.Pd. Ia menyatakan rasa bangga yang mendalam atas komitmen siswa-siswi yang telah mengharumkan nama sekolah di tingkat pulau.
"Kami atas nama keluarga besar SMAN 1 Kayangan mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim PMR Wira atas capaian luar biasa ini. Meraih Juara 2 di dua cabang sekaligus pada level se-Pulau Lombok adalah bukti bahwa siswa kita memiliki daya saing, mental juara, dan kepedulian sosial yang tinggi," ujar Moh. H.Fatkoer Rohman.
Beliau juga menambahkan bahwa pihak sekolah akan terus mendukung penuh kegiatan ekstrakurikuler yang mampu membentuk karakter positif dan memberikan keterampilan nyata bagi masa depan siswa.
Di balik kilau piala yang diraih, terdapat perjuangan panjang yang harus dilalui oleh para peserta. Ketua PMR SMAN 1 Kayangan, Ivan, turut membagikan kisah suka duka timnya selama masa persiapan hingga hari perlombaan.
Menurut Ivan, proses menuju juara menuntut pengorbanan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.
"Tentu banyak sekali suka dukanya. Dukanya, kami harus membagi waktu dengan ketat antara tugas sekolah dan latihan rutin. Kadang kami berlatih sampai sore, merasa sangat lelah, dan harus mengulang simulasi berkali-kali agar sempurna. Tapi, semua rasa lelah itu terbayar lunas saat nama sekolah kami dipanggil sebagai juara," ungkap Ivan dengan bangga.
Ia juga menambahkan bahwa ajang ini memberikan pengalaman berharga yang jauh lebih besar dari sekadar kompetisi. "Sukanya, selain bisa menguji mental dan kemampuan, kami mendapat banyak ilmu baru dan bisa menjalin silaturahmi dengan teman-teman PMR dari berbagai sekolah se-Pulau Lombok. Ini adalah pengalaman yang sangat berkesan bagi kami," tambahnya.
Senada dengan Kepala Sekolah dan para anggota, Pembina PMR SMAN 1 Kayangan Herman Widodo,S.Pd, juga menyampaikan rasa syukurnya atas perjuangan dan sportivitas yang ditunjukkan oleh anak-anak didiknya.
"Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Juara di bidang Perawatan Keluarga dan Pengurangan Risiko Bencana adalah buah dari latihan konsisten, disiplin, dan kerja sama tim yang solid," ungkapnya.
Pembina PMR berharap prestasi ini dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh anggota PMR untuk terus mengasah jiwa kemanusiaan. "Semoga hasil ini tidak membuat kita cepat puas, melainkan menjadi motivasi untuk terus belajar, berbenah, dan kembali mengukir prestasi di ajang-ajang berikutnya," pungkasnya.
Selamat kepada PMR Wira SMAN 1 Kayangan! Semoga terus menginspirasi dan menebar manfaat lewat aksi kemanusiaan.
Pewarta: @ng Jaharuddin






0Komentar