Sumbawa Besar, (postkotantb.com) — Menjawab keresahan publik terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), SMAN 3 Sumbawa menegaskan komitmennya. Sekolah menjamin seluruh proses seleksi berjalan transparan, objektif, dan bebas dari praktik titipan maupun intervensi pihak mana pun.

Penegasan itu disampaikan dalam rapat koordinasi yang dirangkai dengan Parenting Class dan sosialisasi SPMB Tahun Ajaran 2026/2027, Rabu (30/06/2026).

Jalankan 3 Jalur Sesuai Regulasi 


Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua Panitia SPMB, Burhanuddin, S.Pd menjelaskan mekanisme penerimaan mengacu penuh pada aturan pemerintah. Tidak ada toleransi bagi praktik yang mencederai keadilan.

“Seluruh proses penerimaan dilaksanakan berdasarkan aturan yang telah ditetapkan pemerintah, tanpa memberikan ruang bagi praktik yang mencederai rasa keadilan masyarakat,” tegas Burhanuddin. 

Ia merinci tiga jalur penerimaan: 


1. Jalur Afirmasi: Untuk calon peserta didik dari keluarga kurang mampu atau kelompok prioritas sesuai ketentuan.
2. Jalur Prestasi: Untuk siswa dengan capaian akademik maupun nonakademik yang dibuktikan dokumen resmi.
3. Jalur Domisili: Berdasarkan kedekatan tempat tinggal dengan sekolah sesuai dokumen kependudukan sah.

“Kami berharap seluruh masyarakat memahami mekanisme penerimaan peserta didik baru sehingga proses pendaftaran berjalan transparan, objektif, akuntabel, dan sesuai aturan,” ujarnya.

Fokus Lahirkan Generasi Unggul, Bukan Hanya Kuantitas


Senada, Kepala SMAN 3 Sumbawa, Agus Surya Pratama, S.Pd menegaskan sekolah tidak hanya mengejar jumlah siswa. Dengan total 1.127 peserta didik pada TA 2026/2027, fokus utama adalah kualitas.

“Prestasi bukan hanya soal nilai di kelas, tetapi juga karakter, disiplin, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi. Kami ingin melahirkan generasi yang cerdas, berintegritas, dan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” tegas Agus. 

Ia menambahkan, Parenting Class dan sosialisasi SPMB diharapkan membangun sinergi sekolah, orang tua, dan masyarakat. “Keberhasilan pendidikan bukan hanya ditentukan oleh sekolah, melainkan juga keterlibatan keluarga dan lingkungan,” katanya.
.
Transparansi Harga Mati 

Di tengah tingginya tuntutan publik akan pendidikan berintegritas, SMAN 3 Sumbawa menutup dengan pesan tegas.


“SPMB harus menjadi ajang mencari siswa terbaik, bukan ruang bagi praktik titipan, manipulasi data, atau kepentingan tertentu. Transparansi adalah harga mati demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.”

Kegiatan ini dihadiri Ketua Komite Sekolah M. Nurdayat, SP, para orang tua, dan calon peserta didik. (Jhey/Well)