Plt.Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim), Bambang Gunawan, ST., MT. Foto Istimewa




Lombok Utara, (postkotantb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) berencana membangun gapura perbatasan ikonik di kawasan Malaka, Kecamatan Pemenang. Lokasinya tepat di batas wilayah dengan Kabupaten Lombok Barat.

Rencana ini disampaikan Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Lombok Utara, Bambang Gunawan, ST., MT., kepada poskotattb.com pada Kamis (02/07/2026).

Menurut Bambang, gapura tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penanda batas administratif. Desainnya akan diarahkan menjadi ikon baru daerah yang merepresentasikan identitas dan kekayaan budaya lokal KLU.

“Gapura perbatasan di Malaka nantinya tidak sekadar menjadi pembatas wilayah administratif, tapi menjadi ikon baru yang ikonik dan mencerminkan kekayaan budaya lokal Lombok Utara,” ujarnya.

Anggaran Rp900 Juta Diajukan di Perubahan APBD

Pemda Lombok Utara mengusulkan anggaran sebesar Rp900.000.000 untuk pembangunan gapura ini. Dana tersebut ditargetkan bisa diketok pada anggaran perubahan tahun 2026.

“Mudah-mudahan anggaran perubahan untuk pembangunan Gapura Ikonik di Perbatasan Malaka sebesar Rp900.000.000 bisa segera diketok tahun ini,” harap Bambang.

Ia mengakui, saat ini proyek masih pada tahap perencanaan. Meski alokasi anggaran sudah ada, jumlah tersebut dinilai belum sepenuhnya mencukupi untuk pelaksanaan yang optimal.

Target Jadi Landmark dan Daya Tarik Wisata

Kehadiran gapura diharapkan memperkuat citra daerah serta menjadi daya tarik visual bagi warga dan wisatawan yang masuk ke Lombok Utara dari arah Lombok Barat.

Pemkab Lombok Utara menegaskan komitmen untuk mematangkan aspek teknis dan pembiayaan, agar hasilnya representatif dan menjadi kebanggaan masyarakat.

“Ke depan, gapura perbatasan Malaka diharapkan tidak hanya menjadi simbol penyambutan, tetapi juga landmark baru yang mempertegas karakter Lombok Utara sebagai daerah yang kaya akan budaya, estetika, dan identitas lokal,” tutup Bambang.

Pewarta: @ng Jaharuddin