Mataram, (postkotantb.com) – Komitmen membangun keamanan berbasis masyarakat terus diperkuat Polresta Mataram melalui program Polisi Masyarakat (Polmas), sebagai implementasi program prioritas Kapolda NTB dalam menjaga dan memelihara keamanan serta ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) yang kondusif di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Program Polmas menjadi salah satu terobosan Polda NTB untuk menghadirkan sosok polisi yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui program ini, setiap personel Polri didorong untuk aktif berbaur, membangun komunikasi, serta menjadi penggerak kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga situasi kamtibmas di lingkungan masing-masing.
Semangat tersebut ditunjukkan oleh Aiptu Sri Rahayu, SH., yang sehari-hari bertugas sebagai Kasubnit I Unit PPA Satreskrim Polresta Mataram. Dalam kapasitasnya sebagai Polmas, ia menyambangi warga Lingkungan Darul Hikmah, Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Selasa (07/07/2026).
Dalam kegiatan itu, Polwan Polresta Mataram tersebut berkumpul bersama ibu-ibu warga setempat dalam suasana penuh keakraban. Selain mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk memberikan edukasi serta sosialisasi mengenai berbagai persoalan sosial yang kerap terjadi di lingkungan keluarga.
Aiptu Sri Rahayu menyampaikan materi tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), tindak kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, serta dampak yang ditimbulkan baik secara fisik maupun psikologis.
"Materi ini kami sampaikan agar dapat dipahami masyarakat, terutama para ibu, sehingga mereka dapat meningkatkan pengawasan terhadap seluruh anggota keluarga sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai bentuk kekerasan," ujarnya.
Sebagai penyidik di Unit PPA Satreskrim Polresta Mataram sekaligus personel Polmas di Lingkungan Darul Hikmah, Aiptu Sri Rahayu menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sambang dan pembinaan.
Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci penting dalam mencegah berbagai gangguan keamanan dan ketertiban, termasuk kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
"Kami akan terus melakukan pembinaan kepada warga binaan dan mendorong masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan agar tetap aman, nyaman, dan terbebas dari berbagai bentuk tindak kekerasan," tegasnya.
Melalui pendekatan humanis dan edukatif seperti ini, program Polmas diharapkan tidak hanya mampu memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesadaran kolektif dalam menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan ramah bagi perempuan serta anak-anak. (Red)




0Komentar