Ketua GMPRI NTB Rindhot

Ketua


Lombok Tengah, (postkotantb.com) - Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) NTB mendesak Polresta Lombok Tengah (Loteng) segera tangkap TGH AImanudin Sumar (AIS) terkait dugaan kasus asusila yang sedang viral dan mencederai nama baik pesantren.

“Kami minta Polresta segera tangkap TGH AIS, jangan terlalu banyak drama, kami sudah tau kasus ini sudah cukup lama dan diduga telah banyak korbannya,” tegas ketua GMPRI NTB Rindhot.

Di katakananya, Bertambahnya jumlah laporan korban yang kini sejumlah 16 orang merupakan bukti kuat telah terjadi kekerasan seksual dan upaya pemerkosaan.Apalagi apa yang di sampaikan Joko Sumadi pengakuan korban telah terjadi oral seks sampai pemaksaan kepada korban untuk menelan sperma Si Abah “ genit” tersebut.

Rindhot berpendapat jika terlalu lama proses penyelidikan di khawatirkan kasus ini akan menguap karena sebelumnya tahun 2023 sudah di adukan namun ada oknum penguasa dan APH yang berusaha menutupi kasus ini.

"Jangan biarkan terlalu lama,naikkan penyidikan dan tangkap pelakunya, ini sudah meresahkan kita semua,"serunya.

Pengambil alihan ponpes oleh TGB M Zainul Majid,terangnya,memang patut diapresiasi,akan tetapi bukan solusi untuk menunda di tangkapnya terduga pelaku AIS .

"Kami akan aksi besar jika dalam minggu ini polisi tidak menangkap terlapor karena dua alat bukti sudah lebih dari cukup.Alibi yang saat ini di buat oleh kuasa hukumnya adalah alibi murahan yang tidak perlu di pertimbangkan pihak penyidik,namanya pelaku kejahatan pasti akan berupaya untuk lari dari perbuatannya,"tandasnya. (Tim)