Sumbawa Barat, (postkotantb.com) – Terik matahari yang menyelimuti Alun-Alun Kota Taliwang, Minggu (04/10), tak mampu mengurangi antusiasme masyarakat yang memadati arena Lomba Adat Barampok Kabupaten Sumbawa Barat. Sejak pagi, warga berbondong-bondong datang untuk menyaksikan tradisi bela diri khas Suku Samawa yang diinisiasi oleh MPC Pemuda Pancasila tersebut.

Uniknya, perhatian penonton benar-benar tertuju pada arena pertandingan. Para pedagang yang berjualan di sekitar lokasi bahkan sempat mengira dagangan mereka akan sepi karena hampir seluruh pengunjung memilih berkumpul di tepi arena dan mengikuti jalannya pertandingan hingga selesai.

"Awalnya saya pikir bakal sepi. Soalnya waktu acara tadi orang-orang fokus nonton semua, hampir nggak ada yang jajan. Tapi ini pas istirahat malah ramai sekali. Banyak yang beli minum, cilok, batagor, sama makanan ringan lain. Alhamdulillah dagangan saya hampir habis," ujar T, salah seorang pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi.

Kondisi serupa juga dirasakan pemilik kios permanen di kawasan alun-alun. Menurut mereka, setiap kali ada kegiatan besar yang menghadirkan banyak pengunjung, perputaran ekonomi ikut meningkat. Jika pada hari biasa pendapatan kotor berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta per hari, saat kegiatan berlangsung dapat meningkat hingga mencapai Rp3 juta sampai Rp5 juta.

Minuman dingin, air mineral, teh kemasan, hingga berbagai makanan ringan menjadi produk yang paling banyak dicari pengunjung setelah berjam-jam berada di bawah cuaca yang cukup terik. Di sisi lain, masyarakat mengaku menikmati jalannya kegiatan. Selain menjadi hiburan, acara tersebut juga menjadi kesempatan untuk kembali menyaksikan tradisi yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Sumbawa.

"Jarang-jarang sekarang bisa lihat barampok seperti ini lagi. Seru karena terbuka untuk umum dan ramai sekali penontonnya," ungkap salah seorang warga yang hadir menyaksikan pertandingan.

Meski berlangsung dalam suasana penuh semangat, jalannya kegiatan tetap mendapat pengawalan ketat dari unsur pengamanan dan tim pendukung di lapangan. Personel TNI, Polri, dan Satpol PP tampak bersiaga untuk memastikan acara berlangsung aman dan tertib. Sementara itu, tenaga medis dan armada pemadam kebakaran juga disiagakan sebagai langkah antisipasi guna memberikan penanganan cepat apabila terjadi kondisi darurat selama pertandingan berlangsung.

Pesan menjaga persaudaraan di tengah adu ketangkasan itu pun digarisbawahi oleh Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., saat hadir bersama jajaran Forkopimda dan investor asing. Di sela kegiatan yang juga dimeriahkan dengan tradisi _ngumang_ bersama Wakil Bupati Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., Ketua DPRD Kaharuddin Umar, dan Dandim 1628 Letkol Inf. Rendra Agit Trisnawa, S.Sos., Bupati Amar mengingatkan bahwa esensi utama barampok adalah persatuan dan sportivitas.

"Boleh udara hari ini panas, tapi kepala tetap dingin," ucap Bupati Amar disambut tepuk tangan penonton. Ia menegaskan bahwa siapa pun yang turun ke arena harus tetap menjunjung persaudaraan dan pulang dengan hati yang gembira.

Digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI dan menyongsong HUT ke-23 Kabupaten Sumbawa Barat, Lomba Adat Barampok tahun ini menunjukkan bahwa sebuah tradisi tidak hanya menjaga warisan budaya tetap hidup, tetapi juga mampu menghadirkan ruang kebersamaan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitarnya. (Amry)