Sumbawa Barat, (postkotantb.com) — Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat melalui Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) melaksanakan Rapat Koordinasi Bidang Kesehatan Masyarakat Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut bertempat di Aula Pertemuan Kedai Sawah, Rabu (30/9/2026).

Rapat koordinasi ini menjadi ruang strategis untuk koordinasi dan evaluasi pelaksanaan program kesehatan masyarakat, sekaligus melihat capaian indikator kinerja hingga periode Triwulan III Tahun 2026.

Kegiatan dihadiri oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, Akhiruddin Juliadi, S.K.M., M.Si., bersama Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, jajaran Bidang Kesmas, serta seluruh Kepala UPTD Puskesmas se-Kabupaten Sumbawa Barat.

Turut hadir pula penanggung jawab Klaster I, II, dan III Puskesmas, pengelola promosi kesehatan, serta Tim Kerja Bidang Kesehatan Masyarakat. Total peserta yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 60 orang.

Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Kesehatan, Akhiruddin Juliadi, menyampaikan bahwa rapat koordinasi menjadi bagian penting dalam melihat sejauh mana pencapaian target dan indikator kinerja program kesehatan masyarakat telah berjalan.

Menurutnya, evaluasi hingga Triwulan III diperlukan untuk mengetahui capaian masing-masing Puskesmas, sekaligus melihat indikator yang masih memerlukan perhatian dan tindak lanjut serius.

Ia menegaskan bahwa Bidang Kesehatan Masyarakat memiliki peran vital dalam pencapaian 7 indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) dari total 12 indikator SPM bidang kesehatan.

"Karena itu, diperlukan koordinasi yang baik agar setiap indikator dapat dipenuhi dan pelaksanaan program dapat berjalan secara optimal dan tidak parsial," ujar Akhiruddin.

Sekretaris Dinas juga menekankan pentingnya melihat capaian yang telah diperoleh sebagai bahan evaluasi bersama untuk perbaikan ke depan. Berdasarkan catatan capaian yang disampaikan dalam forum, realisasi indikator SPM yang telah berjalan perlu terus didorong sehingga ke depan dapat mencapai target yang lebih optimal.

Ia juga meminta agar setiap permasalahan yang menyebabkan indikator belum tercapai segera diidentifikasi agar dapat ditindaklanjuti dengan langkah konkret di lapangan.

Selain evaluasi capaian, koordinasi ini juga diperlukan untuk memastikan pelaksanaan pembangunan kesehatan tetap berjalan sesuai target dan indikator kinerja yang telah ditetapkan. Hal tersebut menjadi sangat penting dalam menghadapi periode akhir pelaksanaan program tahun 2026, sekaligus menjadi bahan dalam penyusunan perencanaan program dan kegiatan tahun berikutnya.

Dalam rakor tersebut, jajaran Bidang Kesmas dan Puskesmas diberikan ruang untuk menyampaikan perkembangan pelaksanaan program, mengevaluasi capaian, serta mengidentifikasi berbagai permasalahan dan hambatan yang masih ditemukan. Pembahasan dilakukan secara terbuka untuk memperoleh langkah penyelesaian dan rencana tindak lanjut secara bersama-sama demi kemajuan layanan kesehatan.

Adapun berbagai program kesehatan masyarakat yang dibahas mencakup pelayanan kesehatan sepanjang siklus hidup, mulai dari kesehatan ibu dan anak, kesehatan usia sekolah dan remaja, kesehatan usia produktif dan lanjut usia, gizi masyarakat, promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, kesehatan lingkungan, hingga program kesehatan masyarakat lainnya.

Melalui rapat koordinasi ini, Dinas Kesehatan KSB mendorong penguatan komunikasi dan koordinasi antara Dinas Kesehatan dan seluruh Puskesmas. Evaluasi capaian diharapkan menjadi dasar untuk memperkuat intervensi, menyelesaikan berbagai kendala, serta memastikan program kesehatan masyarakat dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Amry)