Mataram, (postkotantb.com) - Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Aspirasi Rakyat (GEMPAR-NTB) menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB, Kamis (29/10/2026).
Aksi menyoroti dugaan praktik illegal logging yang diduga berasal dari Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, serta kasus pengambilan paksa satu unit truk bernomor polisi EA 8100 LA milik UD Sinar Mas dari Kantor UPTD KPH Wilayah II, Desa Kesik, Masbagik, Lombok Timur, pada 2 Oktober 2026.
Korlap I Suhardin mengatakan peristiwa itu menimbulkan pertanyaan serius terkait pengawasan hasil hutan, penanganan barang bukti, serta tanggung jawab aparatur.
"Kami mendesak keterbukaan publik atas dugaan illegal logging dari Pekat dan insiden pengambilan paksa truk barang bukti," ujarnya.
Dalam orasinya, massa mendesak Kepala DLHK NTB Didik Mahmud Gunawan untuk mengevaluasi Kepala BKPH Wilayah VI yang mereka sebut diduga terlibat dalam kerusakan hutan di wilayah Tambora, Pekat, Manggelewa, Woja, dan Dompu.
Mereka juga mendesak pencopotan Kepala Resort Pekat BKPH Wilayah VI yang diduga terlibat dalam lolosnya kayu hingga ke Lombok Timur, serta evaluasi pegawai P3K (Pamhut) yang ditugaskan sebagai Ganis pengecekan fisik kayu.
Orator lainnya, Akbar dan Syaokin, menilai praktik pembalakan liar di Bima dan Dompu semakin meningkat dan meminta Kepala DLHK turun langsung ke lapangan.
Adapun tuntutan GEMPAR-NTB:
1. Mendesak DLHK NTB memberikan klarifikasi resmi terkait insiden pengambilan paksa truk EA 8100 LA di Kantor BKPH Wilayah II.
2. Mendesak transparansi asal-usul kayu yang diduga illegal logging yang dimuat truk tersebut.
3. Mendesak pencopotan Kepala BKPH Wilayah II Lombok Timur.
4. Mendesak pemanggilan dan pemeriksaan Kepala BKPH Wilayah VI.
5. Mendesak pencopotan Kepala BKPH Wilayah VI.
6. Mendesak evaluasi seluruh jajaran pegawai Resort Pekat BKPH Wilayah VI.
7. Mendesak pencopotan Kepala Resort Pekat BKPH Wilayah VI.
Aksi tersebut merupakan pernyataan sikap massa aksi, pihak DLHK NTB belum memberikan keterangan resmi hingga berita ini ditulis. (Red)


0Komentar