Ketua LSM G3MPAR, Rudini saat jumpa Pers pasca Demo. Foto Istimewa 



Sumbawa Besar, (postkotantb.com) — Kantor Cabang BRI Sumbawa kembali didatangi massa aksi. LSM G3MPAR bersama masyarakat menggelar demonstrasi jilid III, Kamis (22/10/2026), dengan tuntutan transparansi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), termasuk dugaan tumpang tindih pembiayaan dan ketidakjelasan alasan penolakan pengajuan nasabah.

Ketua LSM G3MPAR, Rudini, mempertanyakan keterbukaan informasi terkait penyaluran KUR yang nilainya disebut lebih dari Rp2 miliar. Ia juga menyoroti informasi tunggakan nasabah di Desa Orong Telu, Kecamatan Orong Telu, yang disebut mencapai Rp2,1 miliar, dengan pelunasan sekitar Rp30 juta.

Menurut Rudini, perbedaan perlakuan terhadap nasabah perlu dijelaskan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Ia meminta BRI membuka dasar penilaian pengajuan pinjaman agar tidak menimbulkan dugaan tebang pilih.


"Jangan hanya dijawab secara normatif. Mari kita turun bersama ke lapangan, periksa kondisi nasabah, dan buktikan apakah mereka memang memenuhi persyaratan atau tidak," tegasnya.

Ia menilai aksi yang kembali berlangsung hingga jilid III tersebut mencerminkan masih adanya persoalan yang belum memperoleh kejelasan dan berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan perbankan. Karena itu, ia mendesak pihak BRI memberikan penjelasan konkret dan transparan.

Menanggapi tuntutan tersebut, Pemimpin Cabang (Pinca) BRI Kabupaten Sumbawa, Mulkan, memberikan klarifikasi kepada awak media melalui pesan WhatsApp. Ia menyatakan bahwa BRI menghormati hak masyarakat menyampaikan aspirasi dan memastikan setiap pengajuan KUR diproses sesuai ketentuan, persyaratan, prinsip kehati-hatian, serta prosedur perbankan.

Mulkan menjelaskan, perbedaan persetujuan dan penolakan pengajuan harus ditelaah berdasarkan kondisi masing-masing pemohon. Terkait tunggakan Rp2,1 miliar dan pelunasan sekitar Rp30 juta di Desa Orong Telu, pihaknya menyatakan perlu melakukan verifikasi terhadap data dan konteks angka tersebut.


BRI juga akan menelaah persoalan kategori zona merah dan dugaan tumpang tindih penyaluran KUR. Pihak bank menyatakan terbuka terhadap pengaduan masyarakat dan berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan.

Dengan tuntutan demonstran dan tanggapan BRI tersebut, transparansi alokasi serta realisasi KUR masih menunggu kejelasan berdasarkan hasil verifikasi. Masyarakat berharap persoalan ini segera ditindaklanjuti agar tidak berlarut-larut dan kepercayaan terhadap pelayanan perbankan tetap terjaga.(Jhey)