Thursday, October 12, 2017

Tidak Ada Makan Siang Gratis, Golkar Minta Fauzan Komit Dukung Suhaili-Amin


Mataram (postkotantb.com)- Surat Keputusan (SK) Golkar pasangan Fauzan Khalid dan Hj Sumiatun sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati pada pilbup Lobar dalam waktu  dekat ini di pastikan sudah di terima pasangan "sopok angen".

Ketua Harian DPD Partai Golkar NTB, Misbach Mulyadi menyatakan SK DPP kepada Fauzan Khalid dan Hj Sumiatun masih di meja ketua umum dan dalam waktu dekat akan di tanda tangani. “Insya Allah masih berproses di DPP,”Kata Misbah.

Namun SK dari DPP Golkar ini tidaklah gratis. Golkar meminta komitmen  Fauzan untuk  mendukung kemenangan pasangan Suhaili-Amin  sebagai bakal calon gubernur  dan wakil Gubernur  NTB periode  2018-2023  di kabupaten  Lombok Barat (Lobar).

“dukungan beliau (Fauzan khalid,  red)  ke Pasangan Suhaili-Amin harus jelas karena ini syarat yang harus di patuhi" tegas mantan anggota DPRD NTB ini.

Sementara Bakal calon H Fauzan Khalid yang di konfirmasi mengaku dirinya dikabarkan langsung oleh Ketua Harian DPD II Golkar Lobar, bahwa tanggal 14 Oktober ini akan berangkat ke Jakarta.

“Saya sama pak Hermayadi, tanggal 14 beliau ke Jakarta. Informasinya sudah tidak ada masalah, sudah clear,” ungkap fauzan

Lebih jauh Fauzan menerangkan dirinya bersama Hj Sumiatun optimis sk tersebut akan di tangannya sesuai jadwal yang telah di rencanakan. Selain golkar Fauzan mengatakan PKS juga akan memberikan dukungan ke pasangan sopok angan. Sama seperti Golkar, Fauzanpun masih menunggu SK dari PKS.

Disinggung waktu untuk mendeklarasikan diri, Fauzan memastikan akan menggelar acara deklarasi. Namun tentang waktu dan tempat belum bisa di tentukan namun ia menginginkan acara deklarasi nantinya di iringi penyerahan SK dari masing-masing parpol yang mendukungnya. Ia mengatakan, sejauh ini terdapat sejumlah parpol yang menyatakan dukungan terhadap dirinya.

“Secara formal, saya maunya ada penyerahan SK masing-masing partai oleh ketua pimpinan partai di tingkat kabupaten (Lobar),” jelasnya.

Sementara itu, disinggung terkait anggapan Fauzan sengaja memborong partai agar bisa meminimalisir jumlah calon dengan tegas ia membantahnya. “Masa kita mau tolak partai yang mau mendukung kita supaya calon banyak, kan tidak mungkin." ujarnya.

Menurutnya pengurus DPP partai politik tentunya memiliki kajian dan analisi dalam menentukan calon yang akan di usungnya. Dimana rata-rata parameter tersebut melihat dari survey dari para calon tersebut.(RZ)

No comments:

Post a Comment