Saturday, June 9, 2018

Mantapkan Langkah Menuju Gedung Udayana, Sarwon Perjuangkan Marwah Jurnalis

Sarwon Memantapkan Langkah Menuju Gedung Legislatif Udayana

Mataram (postkotantb.com)- Sosok kelahiran Donggo Bima 45 tahun yang lalu ini bukanlah sosok asing bagi pewarta di Nusa Tenggara Barat. Sarwon nama lengkap laki-laki berperawakan mungil ini bukanlah orang baru di dunia kuli tinta. Dia termasuk salah satu wartawan senior yang malang melintang di dunia jurnalis NTB.

Tercatat Om Won sapaan akrabnya pernah berkecimpung di beberapa media bahkan ia termasuk "orang lama" di Lombok Post. Ia mengawali karir jurnalis di media terbesar di NTB saat koran ini bernama Suara Nusa sebelum di akusisi oleh Jawa Pos Group.

Om Won mengabdikan diri di media tersebut selama 22 tahun. Waktu yang cukup lama untuk menempa diri menjadi salah satau pewarta handal. Usai memberikan sumbangsihnya kepada Lombok Post Om Won pun memutuskan hengkang dan meninggalkan zona nyaman yang selama ini di dapatinya.

Terakhir Ia menjabat posisi Redaktur Pelaksana (Redpel) dimana dalam struktur organisasi jabatan ini cukup prestise karena sebagai kapten dari seluruh awak redaksi. Setelah lepas dari media Jawa Pos Group tersebut Ia memulai mendirikan beberapa media online dan cetak yang di kelola bersama beberapa sahabatnya.

Beberapa rekam jejaknya tercatat di beberapa media yang pernah di besutnya sebut saja Tabloid Investigatif HISTORI, media online Gomong.com, Konkretnews.com, Sarwon.com, dan pada akhir 2016 lalu mendirikan dan memimpin media online Lakeynews.com.

Namun kini ia merasa perlakuan terhadap media khususnya media "kecil" tidak adil. Kerap berbagai hambatan di terima baik oleh pewarta maupun awak media yang bernaung di media kecil di pandang sebelah mata. Fakta tersebut mendorong dirinya harus memperjuangkan martabat media untuk di kembalikan marwahnya sebagai penyambung lidah rakyat. Terlebih organisasi pers merupakan salah satu dari empat pilar negara.

Berangkat dari perlakuan diskriminasi media tersebut Sarwon bertekad harus masuk dalam sistim dan berbuat banyak untuk memajukan insan pers. Untuk masuk dalam sistem tersebut ia memutuskan untuk bertarung menuju kursi legislatif di Udayana.

Sarwon memantapkan diri maju pada pemilu legislatif tahun 2019 melalui Partai Hanura dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI (Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu) untuk DPRD NTB.

"Insya Allah, saya sudah siap dan tidak ada keraguan lagi. Persiapan sudah matang," kata Sarwon dengan nada tegas saat bersilaturahmi di kediaman Muhammad Arif, warga Desa Madaprama, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Jum’at (16/03).

Selama menjadi wartawan suka dan duka perjuangan cukup dirasakannya. Hanya saja tidak sedikit aspirasi dari masyarakat Dompu dan Bima yang pernah diangkat di media, lamban direspon dan ditindaklanjuti. Terutama pembangunan baik fisik maupun non fisik yang ranah anggarannya dari provinsi maupun pusat.

“Respon dan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat Bima dan Dompu dari periode ke periode, selain relatif lamban juga tidak sedikit yang belum tertangani. Itulah yang memotivasi saya untuk maju. Jika Allah SWT menakdirkan terpilih, Insya Allah saya akan mendobrak untuk Dompu-Bima," tegasnya.

Optimisme menuju gedung legislatifpun membuncah berkat dukungan penuh dari berbagai pihak. Dengan moto "Karawi Sama, Sana Sama" (bekerja/berjuang bersama-sama untuk mencapai kesejahteraan bersama), Sarwon optimis harapan besar itu akan mudah dicapai.

Sarwon mengaku, dorongan agar dirinya maju sebagai Caleg NTB mewakili Dapil Bima-Dompu, sesungguhnya muncul sejak sebelum Pemilu 2009. Kemudian muncul lagi menjelang Pemilu 2014. Dan, dorongan itu datang lagi menjelang Pemilu 2019.

"Kalau pada Pemilu 2009, saya belum berpikir apa-apa. Pemilu 2014, masih banyak yang perlu saya tata dan benahi. Nah sekarang (untuk Pemilu 2019), saya sudah siap," tandas Om Won.

"Saya maju, tidak sedang mengejar jabatan. Posisi sebagai wakil rakyat harus dicapai karena itu wadah yang langsung untuk memperjuangkan dan mewujudkan impian bersama," sambung pria yang dikenal memiliki pergaulan luas dan mudah diterima berbagai lapisan itu.

Menurutnya, di Provinsi NTB ada 10 kabupaten/kota, dari Lembar, Lombok Barat, sampai Sape, Bima. Namun dana-dana untuk media dari provinsi, sepertinya mayoritas digelontorkan ke media-media yang berpusat di ibukota provinsi.

"Media-media yang ada di Dompu maupun di Bima minim mendapat sentuhan dana provinsi. Begitu juga media-media yang baru berkembang, sebenarnya harus dimotivasi dan didorong agar lebih maju, dengan mengalokasikan anggaran secara merata, adil dan proporsional,” katanya.

Sarwon kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Dompu, Ketua Dewan Pakar Partai Hanura Kabupaten Dompu dan Koordinasi divisi analisa dan survei Bappilu Partai Hanura Kabupaten Dompu. Selain itu Ia juga menjabat sebagai Wakil ketua dan ketua bidang humas dan IT lembaga adat masyarakat Donggo (Lamdo) Dompu serta Sekretaris Yayan Rai Aina Ngantu (RAN) Foundation.(RZ)

No comments:

Post a Comment