![]() |
| TGB bersama Aa Gym minta umat islam tidak saling mencela |
Mataram (postkotantb.com)- Gubernur
NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi memberikan tausiah pada Kajian Tauhid yang
diadakan Darut Tauhid Jakarta yang bertempat di Masjid Istiqlal Jakarta, Minggu
(8/7). Dihadapan ribuan jamaah yang hadir, gubernur yang akrab disapa TGB (Tuan
Guru Bajang) itu tampil bersama Ustadz Kondang KH. Abdullah Gymnastiar (Aa
Gym).
Di hadapan ribuan jamaah yang
hadir, TGB menjelaskan bahwa Islam sangat melarang hamba-Nya untuk saling
mencela satu sama lain. Tidak hanya itu, Allah juga melarang untuk
mengolok-olok atau memanggil dengan sebutan yang tidak baik, berprasangka
buruk, mencari kesalahan orang lain dan saling mengghibah. Ke enam sifat yang
dilarang itu jelas TGB, sesuai dengan Firman Allah dalam surah Al-Hujurat.
"Kata para ulama biasanya
perintah yang dijabarkan secara detail ini, merupakan perintah-perintah yang
sering dilupakan oleh manusia. Salah satunya adalah 6 sifat di Surat Hujurat
yang disampaikan oleh guru kita Aa Gym tadi," jelas TGB.
Pada Surat tersebut, menurut
TGB, Allah tidak cukup dengan perintah yang global yaitu memerintahkan kita
untuk berbuat baik dan memberi maaf. Namun juga memerintahkan atau melarang
hal-hal secara detail, seperti melarang manusia untuk tidak melakukan 6 sifat
yang dijelaskan Allah dalam surah Al- Hujurat tersebut.
"Tidak hanya sesama muslim
tetapi juga kepada teman kita yang non-muslim. Jika kita bisa melindungi diri
kita dari hal-hal ini, hampir-hampir sempurna Islam kita," ujar TGB.
Dikisahkan dahulu, sahabat
Rasulullah Muhammad Shalallahu'alaihiwasalam, Usamah membunuh lawan perangnya
yang sudah terpojok. Terdengar kabar kepada Rasul bahwa Usamah tetap membunuh
lawannya tersebut meskipun lawannya itu sudah bersyahadat. Alasan Usamah kepada
Rasul, bahwa dia bersyahadat hanya karena terpojok.
"Rasul menjawab, apakah
kamu sudah belah dadanya dan kamu tau pasti bahwa ucapannya itu karena
terpaksa? Bukan karena keikhlasan? Dari cerita itu kita belajar bahwa
memperlakukan orang yang berbeda agama pun kita tidak boleh melewati batas
sebagai manusia. Mencoba menilai jiwa dan hati orang lain. Serahkan semuanya
kepada Allah. Seperti kaidah para ulama, kita cukupkan pada apa yang tampak.
Untuk yang tersembunyi, Allah yang punya urusan," jelas TGB.
TGB menambahkan, jika perintah
Allah pada surat Hujurat tadi dapat kita amalkan, lebih tertib kehidupan
sosial, lebih nyaman kita berbangsa, lebih guyub dan lebih kokoh ukuwah kita.
"Jadi kalau ada orang bertanya apa yang bisa kita ambil dari Al Qur'an
pada kehidupan modern ini. Ayat-ayat pada Surat Hujurat adalah bukti nyata
bahwa Al Qur'an selalu relevan dalam kehidupan kita," tambah TGB.(RZ)


0Komentar