Mataram (postkotantb.com)- Forum
Komunikasi Bank Sampah Bintang Sejahtera (FK-BSBS) NTB menyalurkan
bantuan/ donasi kemanusiaan kepada warga yang terkena dampak gempa di Kabupaten
Lombok Utara (KLU) dan Lombok Timur, Rabu (1/8).
Sumbangan dari para relawan FK-BSBS
disalurkan ke sejumlah titik yang terkena dampak gempa yang meliputi
beras, mie instant, minyak goreng, telur, popok bayi, selimut juga
tenda. Warga begitu antusias menyambut kedatangan bantuan korban
gempa tim relawan FK-BSBS. Bantuan disalurkan kepada warga Desa Anyar,
KLU dan Sembalun, Lombok Timur.
Menurut Ketua FK-BSBS, Syawaludin, SE
untuk mengantisipasi gempa susulan, pihaknya membuka posko pemantauan
dekat dengan tempat tinggal warga sekitar."FK-BSBS menggelar tenda
disejumlah titik korban gempa agar tetap bisa memantau situasi lapangan,"
ujarnya, Kamis ( 2/8).
Syawaludin mengatakan hingga saat ini
masyarakat korban yang dikunjungi FK-BSBS masih trauma terhadap gempa yang
merusak rumah dan mengakibatkan korban luka-luka tersebut. "Hingga
saat ini sudah puluhan kali terjadi gempa susulan kendati magnitudonya
rendah," ungkap Syawal yang juga aktivis muda PKS ini.
Syawal juga menginformasikan sebelum donasi ini disalurkan, anggota FK-BSBS NTB
melakukan penggalangan dana melalui aplikasi group Whatapps. Dimana group
tersebut terdiri dari 50 direktur Bank Sampah se-pulau Lombok. "Dalam tempo dua hari
donasi terkumpul dan langsung disalurkan dalam bentuk kebutuhan
logistik kepada para korban gempa. Mereka berdonasi dengan sampah plastik yang mereka
telah kumpulkan," tukas Syawal
Sementara itu Koordinator Lapangan
Aksi Cepat Tanggap ( ACT) FK-BSBS, Agus Salim mengatakan penyaluran
bantuan gempa selain sumbangan dari anggota FK-BSBS, juga ada donasi dari
pihak lain yang peduli terhadap para korban gempa. "Pengumpulan donasi masih tetap
kami lakukan, untuk kemudian kami akan salurkan. Karena keterbatasan jumlah donasi kami memilih desa yang belum banyak tersentuh
bantuan," lanjut Agus Salim.
Problem Sampah anorganik
Selain soal gempa, Syawaludin, SE juga mengulas permasalahan isu klasik sampah anorganik yang belum
bisa ditangani oleh semua kalangan. "seiring laju pertambahan
penduduk, maka volume sampah an organik akan meningkat pesat. Disinilah
permasalahanya," ucap Syawal.
Oleh karena itu, imbuh Syawal Bank
Sampah Bintang Sejahtera NTB dengan program pengelolaan sampah berbasis
masyarakat, berkomitmen meningkatkan kapasitas sumber daya yang
dimiliki agar memudahkan mencari solusi permasalahan sampah yang pada akhirnya
pengembangan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat dapat tercapai
secara optimal.
Bagi Syawal FK-BSBS
diorientasikan ikut berperan dalam rangka pengentasan kemiskinan dan
permasalahan lingkungan melalui Program Bank Sampah. Komitmen serius
Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB untuk menyelesaikan permasalahan
lingkungan dan kemiskinan tertuang dalam Tujuh Program Prioritas.
"Dimana salah satunya adalah
program pengembangan usaha kreatif pengolahan sampah berbasis masyarakat
melalui bank sampah dengan menyasar 50 desa miskin yang ada di NTB,"
lanjut Syawal.
Diapun menggarisbawahi Bintang Sejahtera berupaya menyelesaikan
masalah sampah dengan pola penanganan sampah langsung dari sumbernya. "Hal
ini ditujukan untuk mendukung Program Pemerintah Pusat untuk mengurangi
timbulan sampah sebesar 30% sampai tahun 2025 yang tercantum dalam Peraturan
Presiden ( Perpres) No 97/2017," pungkasnya. (Eka)



0Komentar