Ketua Ikatan Ahli Tsunami Gegar Prasetya nyatakan tsunami tidak akan sampai di Lombok bila gempa 7,5 sr
Mataram (postkotantb.com)- Ketua Ikatan Ahli Tsunami Indonesia (IATsI) dan Ahli Kelautan Gegar Prasetya. Ph.D. MSc. Menyatakan wilayah Lombok bebas dari Tsunami meski gempa dengan kekuatan 7,5 skala richter mengguncang. 

Lebih jauh Gegar menjelaskan meskipun terjadi tsunami namun maksimal gelombang hanya mencapai 1 meter dan akan berakhir di bibir pantai. Terjadinya tsunami di Teluk Awang dan Kuta beberapa tahun silam karena gempa dengan kekuatan di atas 8 skala richter yang terjadi di selatan perairan Sumba Nusa Tenggara Timur. 

Gegar menegaskan tsunami bisa terjadi bila gempa mega trust atau dengan kekuatan di atas 8 skala richter terjadi di laut atau di perairan. Bila gempa darat ujar Gegar tidak akan menimbulkan tsunami namun berpotensi terjadinya kerusakan bangunan. Menurut Gegar rata-rata bangunan di Indonesia terutama di Lombok tidak di desain untuk menghadapi gempa dengan kekuatan 8 skala richter. 

Adapun durasi waktu terjadinya tsunami setelah terjadinya gempa bumi dahsyat yakni antara 20-30 menit. Untuk mengetahui apakah bakal terjadi tsunami diantaranya gempa di atas 8 skala richter yang terjadi di laut dalam. Selain itu gempa dahsyat dengan guncangan selama 25 detik atau lebih dan semua bangunan roboh tidak tersisa. 

"InshaAllah perairan Lombok bebas dari tsunami, andaipun ada gempa dengan kekuatan 7,5 maksimal ombak hanya satu meter dan itu sampai bibir pantai saja," paparnya saat menggelar jumpa pers di Islamic Center, Jumat (7/9).

Gegar mencontohkan tsunami di Aceh dengan kekuatan mencapai 9 skala richter di laut dalam dengan durasi gempa mencapai 25 detik. Semua bangunan roboh tidak tersisa dan air laut menjadi surut. 

Gegar menghimbau masyarakat untuk tidak mempercayai hoax akan terjadinya tsunami bila gempa dengan kekuatan 7,0. Seperti saat terjadinya gempa lalu dimana warga panik karena isu tsunami. Gegar menegaskan wilayah Lombok bebas dari tsunami seperti di Aceh.(RZ)