Pose Bersama H. Mulyadin dengan Tokoh Masyarakat Lingkungan Polo Kelurahan Kandai II, Jum'at (1/2).
Dompu (postkotantb.com)- Potensi Sumber Daya Alam di Kabupaten Dompu begitu beragam, namun masih banyak potensi SDA yang belum dikelola secara maksimal. Misalnya sektor pertanian, perkebunan, pariwisata dan perternakan dinilai pengembangannya masih kurang optimal. Pasalnya masyarakat hanya fokus pada satu sektor yakni sektor pertanian jagung, padahal sektor pertanian lain seperti pengembangan sayur-mayur, holtikultura, jika dikembangkan dinilai bisa mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi.

Jika ini dikelola dengan baik, maka pertumbuhan wirausaha baru akan berkembang, dan roda ekonomi masyarakat akan berjalan. Dengan catatan sepanjang masyarakat dan pemerintah ada kemauan dan keberanian mencoba berusaha, pasti banyak terbuka jalan dan peluang untuk meraih kesuksesan. Demikian yang dipaparkan oleh H. Mulyadin saat menggelar kampanye tatap muka dengan masyarakat Kelurahan Kandai II lingkungan Polo, Kecamatan Woja, Jum'at (1/2).

Caleg DPRD NTB dapil 6 (Bima, Kota Bima dan Dompu) dari Nasdem ini turun langsung mendengarkan aspirasi masyarakat yang selama ini masih membutuhkan perhatian.

''Saya turun bertatap muka langsung dengan masyarakat untuk mendengarkan langsung permasalahan yang selama ini belum mendapatkan perhatian. Jadi dengan adanya permasalahan tersebut, maka ketika terpilih nantinya akan memperjuangkan aspirasi masyarakat,'' kata H. Mulyadin.

H. Mulyadin menuturkan, dari kunjungannya di setiap desa, banyak potensi sumber daya alam yang harus dikelola dengan baik, dimana selama ini masih kurang mendapat perhatian serius.

Misalnya di Kabupaten Dompu paparnya, sejumlah desa yang pernah dikunjungi, memiliki potensi sumber daya alam yang beragam. Mulai potensi sektor pertanian, kelautan dan perikanan, hingga sektor industri kerajinan. Jika potensi ini bisa digali dan dikemas dengan baik, paparnya, tentu akan membawa manfaat ekonomis bagi masyarakat.

"Tapi harus ada yang mau memulai. Sebab potensi sebesar apa pun hanya akan tetap menjadi potensi dan tidak bermanfaat apa-apa  jika tidak mulai dikelola," ujarnya.

Contoh di wilayah Doro Ncanga Kecamatan Pekat, ungkapnya, sebagai kawasan pelepasan ternak, sejauh ini masih kurang suplay air. Padahal di wilayah tersebut sumber airnya banyak. Dampaknya hewan ternak kesulitan mendapatkan air minum. Artinya sarana prasarana penunjang keberlangsungan ternak harus diadakan, seperti sumur bor.

Persoalan-persoalan tersebut akan terselesaikan jika penyelenggara pemerintah, baik legislatif dan eksekutif mau bekerja dan fokus untuk membangun.

Untuk itu, jika terpilih nanti H. Mulyadin akan menjalankan fungsi dewan. Dengan mengalokasikan anggaran, dan melakukan pengawasan. Selain itu, dirinya akan melakukan kerjasama dengan pemerintah daerah setempat, guna dapat memperjuangkan agar dana APBD bisa memprioritaskan pembangunan insfrastruktur yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

"Semua permasalahan seperti penyelesaian bronjong, perbaikan akses jembatan penghubung yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, khususnya masyarakat Polo Kelurahan Kandai II. Akan saya tampung dan mencarikan solusi. Hal tersebut akan terpenuhi ketika saya dapat duduk di kursi legislatif, DPRD Provinsi,'' ujar H. Mulyadin.


Menanggapi itu, tokoh masyarakat setempat pun berkomitmen akan memberikan dukungan penuh kepada H. Mulyadin, sebagai caleg Nasdem yang dinilai masyarakat dapat memperjuangkan aspirasi mereka.

H. Mulyadin bertekad, jika kelak terpilih dan mendapat amanah duduk di kursi DPRD Provinsi NTB, hal utama yang akan dilakukannya adalah mendorong lebih banyak program ekonomi pemerintah yang menyentuh sektor pertanian-peternakan, UMKM, dan pemanfaatan lewat APBD Provinsi di tiap instansi terkait, serta Pokir yang di titip padanya. (Eka)