-->
  • Label

    Copyright © Pos Kota NTB
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Butuh Dana 1 Triliun, PU NTB Targetkan Pemantapan Jalan Provinsi 96 Persen

    , Tuesday, May 28, 2019 WIB Last Updated 2019-05-28T02:24:39Z
    Kadis PUPR NTB H. Azhar menyatakan pihaknya membutuhkan anggaran 1 Triliun untuk pemantapan jalan provinsi mencapai 96 perse selama tiga tahun
    Mataram (postkotantb.com)- Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat terjadi penurunan kondisi jalan provinsi 5 persen setiap tahun. Penurunan kondisi jalan ini karena keterbatasan anggaran pemiliharaan rutin setiap tahunnya. Kondisi jalan provinsi yang mantap saat ini menurut data Dinas PUPR NTB mencapai 83,65 persen dengan panjang jalan 1443 Kilometer yang terbentang dari Pulau Lombok hingga Pulau Sumbawa.

    Kepala Dinas PUPR NTB. H. Azhar mengatakan, dalam tiga tahun kedepan jalan provinsi akan di mantapkan kondisinya. Yang saat ini kondisi mantap 83,65 persen  akan di mantapkan menjadi 96 persen. Adapun panjang jalan provinsi di Pulau Sumbawa yang akan di tingkatkan sepanjang 450 kilometer dan Lombok sepanjang 200 Kilometer. Untuk mencapai target pemantapan kondisi jalan provinsi selama tiga tahun tersebut ujar Azhar di butuhkan anggaran 1 triliun Rupiah.

    Pada tahun pertama kata Azhar akan di alokasikan anggaran 400 Milyar, sementara pada tahun kedua 300 Milyar dan pada tahun ketiga 300 Milyar. Selama tiga tahun ini untuk pemantapan jalan di butuhkan total anggaran 1 triliun sehingga target kondisi mantap 96 persen selama tiga tahun dapat terealisasi. 

    "Total 1 Triliun untuk pemantapan jalan provinsi selama tiga tahun, ini nanti kami alokasikan secara bertahap, sehingga selama tiga tahun nanti kondisi jalan provinsi mantap 96 persen," papar Azhar, saat di temui di ruang kerjanya, Senin (27/5).

    Infrastruktur Jalan Pulau Sumbawa Jadi Perioritas

    Sementara untuk kabupaten kota ujar Azhar juga akan di bantu melalui dana hibah nasional. Untuk NTB secara keseluruhan akan mendapatkan dana hibah nasional senilai 100 Milyar rupiah. Sementara infrastruktur jalan di Pulau Sumbawa menjadi perhatian khusus Pemprov NTB. Tidak hanya pemantapan jalan provinsi sepajang 450 kilometer, jalan kabupaten juga tidak terlepas dari perhatian pemerintah. Selain dana hibah nasional untuk NTB secara keseluruhan, khusus di Kabupaten Sumbawa di alokasikan anggaran 50 Milyar untuk peningkatan jalan di daerah  Batu Dulang, Batu Rotok hingga ke Lenang Guar. Selain itu bantuan dana Loan juga senilai 50 Milyar untuk peningkatan jalan di kawasan Dompu.

    "Pemprov ingin mengurangi disparitas pembangunan infrastruktur antara Pulau Lombok dan Sumbawa, pada pemerintahan Dr. Zul ini, pembangunan infrastruktur di Pulau Sumbawa salah satu yang terpenting," jelas Azhar.

    Pembangunan Infrastruktur Mandalika Dari Dana ITDP Bantuan Bank Dunia

    Sementara di Lombok peningkatan infrastruktur dilakukan melalui dana Loan bank dunia yakni ITDP dimana Lombok masuk dalam daerah yang mendapatkan dana bantuan dari tiga daerah di Indonesia  yakni Medan, Borobudur dan Mandalika Lombok dengan total anggaran mencapai 6 Triliun rupiah.

    Azhar menerangkan Dana Loan ITDP ini di khususkan untuk pembangunan infrastruktur di kawasan strategis nasional atau di kawasan pariwisata terutama di kawasan KEK Mandalika. Anggaran ITDP di khususkan untuk pembangunan infrastruktur di wilayah pariwisata. Terlebih di kawasan Mandalika bakal di gelar even balap motor kelas dunia yakni Moto GP. 

    Selain status menjadi kawasan ekonomi khusus, adanya perhelatan even kelas dunia dan bakal menjadi 10 destinasi terbaik di Indonesia, Kawasan Mandalika akan mendapat kucuran dana melimpah untuk pembangunan infrastrukturnya. Pemprov NTB juga akan menyelesaikan pembayaran sisa tanah pembangunan PLTS yang tersisa 10 are dari 40 are total lahan yang di gunakan untuk pembangunan PLTS. Begitu juga dengan jalur bypass dari BIL ke Mandalika juga pembebasan lahan akan segera di lakukan. Kesepakatan antara Angkasa Pura dengan pemerintah pusat melalui Balai Jalan juga telah di lakukan dan saat ini menunggu apraisal harga tanah.

    "Dana pinjaman bank dunia itu namanya ITDP, totalnya 6 triliun untuk tiga wilayah di Indonesia, Medan, Borobudur dan Lombok, dari hasil rapat Lombok mendapat jatah paling besar yakni 60 persen dari anggaran tersebut," ulas Azhar.

    Sementara pemeliharaan jalan, Pemprov NTB juga masih melakukan pembicaraan dengan pihak Prim dan Eirip dimana pemeliharaan rutin jalan nanti bisa di kolaborasi dengan pembiayaan dari Prim dan Einrip dengan metode Rembrasemen. Dari total pembiayaan pemeliharaan tersebut 40 persennya di tanggung dana hibah Australia melalui program Prim dan Einrip tersebut.

    "Ini yang masih kita upayakan untuk pemeliharaan rutin, kita masig kekurangan anggaran dan semoga saja kita bisa berkolaborasi dengan program Prim dan Einrip, pak gub sudah melakukan pembicaraan untuk program ini," terang Azhar.

    Selain infrastruktur jalan, Azhar mengatakan Dinas PUPR NTB juga akan meningkatkan infrastruktur irigasi sekunder dan tersier. Bersama dengan Balai Wilayah Sungai yang membangun lima bendungan di NTB, perbaikan dan pembangunan jaringan irigasi yang mantap.

    "Kita juga pada tahun ini memperhatikan pembangunan jaringan irigasi, dengan lima bendungan yang di bangun kebutuhan jaringan sekunder dan tersier sangat mendesak dan itu menjadi perhatian utama," pungkas Azhar.(RZ)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini