Wednesday, June 12, 2019

M16 Nilai Kunjungan Mohan Roliskana ke RH Sebagai Langkah Penjajakan Koalisi Golkar-PDIP

Pose Bersama Rahmat Hidayat dan Mohan Roliskana saat Menghadiri Acara Lebaran Topat di Kediaman Rahmat Hidayat, Baru-Baru Ini.
Mataram (postkotantb.com)- Kehadiran Mohan diacara lebaran Topat dikediaman Ketua PDIP NTB dalam perspektif politik tidak bisa dianggap hal yang biasa. Nuansa politiknya terasa kental meskipun momentumnya lebaran Topat.

Persepsi publik tentu akan menjustifikasi sebagai langkah awal melakukan proses komunikasi politik, semacam Pedekate Politik untuk saling memberikan sinyal diawal. Apalagi sebagai tuan rumah, Ketua PDIP NTB, Rachmat Hidayat memberikan panggung kepada Wakil Walikota Mataram, Mohan Roliskana untuk memberikan kata sambutan. Suatu pesan politik yg tidak bisa dianggap sederhana. Tentu RH sbg politisi senior memahami maksud dengan manuvernya tadi. Tentu ada pertimbangan yang baik dari sisi moral politiknya yakni ingin menghormati kapasitas Mohan Roliskana. 

Terlepas hal tersebut, momentum kehadiran Mohan ini berpotensi merubah konstelasi politik dikota Mataram, jika setelah ini ada deal-deal atau komunikasi politik lanjutan. Toh dalam politik itu serba unpredictable, tidak ada hal yang tidak mungkin terjadi jika ada pertautan kepentingan yang sama.

What next, kita lihat saja progress report selanjutnya apakah akan terjadi koalisi PDIP dan Golkar?. Meskipun kearah itu perlu ada langkah exstra ordinary yang tidak mudah, mengingat beban kepentingan politik PDIP dan Golkar di Pilkada kota Mataram.

Dalam politik itu, semua serba mungkin terjadi ketika terjadi pertautan kepentingan yang sama.

Tak ada yang tidak mungkin terjadi jika kepentingan di hulu dan dihilir sama segaris. Tentu masih ada waktu untuk memastikan apakah antara Golkar dan PDIP terjadi koalisi permanen, meskipun hal tersebut tidak mudah dan rumit terkait beban kepentingan politik antara Golkar dan PDIP di Pilkada kota Mataram. Hal lain juga menyangkut soal Marwah dan Gengsi politik partai terkait posisi papan satu dan papan duanya.

Dalam analisis Politiknya, tentu Mohan Roliskana dipersepsikan sebagai walikota karena sikon Mohan yang dua kali menjabat wakil walikota. Selain itu, partai Golkar di parlemen kota Mataram memperoleh 9 kursi dan PDIP 5 kursi.

Itu prediksi politik normal nya. Tapi menurut Mi6, perlu ada upaya upaya saling memahami terkait posisi papan satu dan papan dua tersebut. Dan itu tentu tidak mudah, Karena publik kota Mataram sudah terlanjur mempersepsikan Hj Selly Andayani pantas menjadi calon walikota Mataram.

Sementara seandainya terjadi koalisi PDIP Golkar pilihan politik nya cuman satu: Mohan harus calon walikota, sementara Selly harus wakil walikota. Nah disisi rumitnya, bahkan nyaris impossible Selly mau jadi wakil walikota. Ini menyangkut Marwah dan gengsi politik PDIP NTB.

Tapi sebagai bentuk entertain politik, kehadiran Mohan tadi tidak terduga secara politik dan berpotensi merubah konstelasi politik dalam persepsi publik kota Mataram. (***)

No comments:

Post a Comment