Thursday, June 27, 2019

Pemprov NTB Akan Olah Sampah Plastik Menjadi BBM Melalui Metode Pyrolisis

Pemprov NTB kedepan akan mencoba mengkonversi sampah plastik menjadi BBM melalui metode Pyrolisis

Mataram (postkotantb.com)- Sampah plastik menjadi persoalan tersendiri dalam penanganan dan pengolahan sampah yang di lakukan oleh Pemprov NTB melalui program Zero Waste. Tingginya produksi sampah plastik memaksa Pemprov NTB untuk melakukan inovasi. Kedepannya Pemprov NTB melalui Dinas Lingkungan Hidup akan mengkonversi sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak.

Dengan metode Pyrolysis sampah plastik tersebut akan di ubah menjadi BBM. Dinas LHK NTB juga telah melakukan pemantauan potensi Pyrolysis di Lombok yaitu pengolahan plastik menjadi BBM. Jika beroperasi, fasilitas Pyrolisis ini akan mampu mengolah 10 ton sampah plastik per harinya. 

Proses pyrolisis sampah plastik merupakan proses dekomposisi senyawa organik yang terdapat dalam plastik melalui proses pemanasan dengan sedikit atau tanpa melibatkan oksigen. Pada proses pyrolisis senyawa hidrokarbon rantai panjang yang terdapat pada plastik diharapkan dapat diubah menjadi senyawa hidrokarbon yang lebih pendek dan dapat dijadikan sebagai bahan bakar alternatif. 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap perolehan minyak hasil pyrolisis, mengetahui pengaruh suhu dan jenis plastik terhadap sifat fisik dan sifat kimia dari minyak hasil pyrolisis. Pyrolisis sampah plastik ini dilakukan dengan umpan yaitu sampah plastik jenis PolyPropylene dan sampah plastik jenis Low Density PolyEthylene. 

Proses pyrolisis dijalankan dalam reaktor semi batch dimana umpan sebanyak 500 gram dimasukan sekaligus dalam reaktor dan produk akan dihasilkan secara terus menerus. Proses pirolisis dilaksanakan selama 60 menit dengan variasi suhu 250oC, 300oC, 350oC serta 400oC. 

Untuk memaksimalkan hasil pyrolisis maka proses pyrolisis dilakukan pada kondisi vakum. Selain itu di dalam reaktor diisi oleh pasir silika sebagai penahan panas serta zeolit sebagai katalis proses cracking hidrokarbon. Minyak hasil pyrolisis terbanyak dari sampah plastik PolyPropylene diperoleh pada suhu operasi 400oC sebanyak 27,05% sedangkan minyak hasil pyrolisis terbanyak dari sampah plastik Low Density PolyEthylene diperoleh pada suhu operasi 300oC sebanyak 37,43%. Viskositas minyak hasil pyrolisis mendekati nilai viskositas dari bensin. 

Densitas minyak hasil pyrolisis mendekati nilai densitas dari solar dan minyak tanah. Nilai kalor minyak hasil pyrolisis mendekati nilai kalor dari solar dan minyak tanah.

Sumber: Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi NTB.(RZ)

No comments:

Post a Comment