-->
  • Label

    Copyright © Pos Kota NTB
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Mengenal Awan Lenticular, Bahaya Bagi Penerbangan Bukan Pertanda Gempa

    , Wednesday, July 17, 2019 WIB Last Updated 2019-07-17T07:20:42Z
    Fenomena awan Lenticular di atas Gunung Rinjani
    Mataram (postkotantb.com)- Jagat sosial media kini di hebohkan dengan penampakan awan berbentuk topi atau caping, terkadang berbentuk piring terbang atau UFO di atas Gunung Rinjani. Tidak sedikit netizen beranggapan fenomena alam tersebut di kaitkan dengan akan terjadinya gempa bumi.

    Untuk mengetahui jenis awan tersebut dan benarkah menjadi salah satu penanda akan terjadinya gempa berikut ulasannya.

    AWAN LENTICULAR.

    Awan Lenticular adalah awan yang biasanya berbentuk piring raksasa, kita biasa menemukannya di dekat bukit atau gunung-gunung, karena memang awan ini terbentuk dari hasil pergerakan angin yang menabrak dinding penghalang besar, seperti pegunungan dan perbukitan, sehingga menimbulkan sebuah pusaran.

    Menariknya, awan Lenticular kelihatan begitu padat, namun hakikatnya tidak demikian. Awan ini terlihat padat karena aliran udara lembab terus menerus mengaliri sang awan dan akan keluar lewat permukaan paling bawah. Sehingga bentuk awan Lenticular akan bertahan hingga berjam-jam, bahkan berhari-hari.

    Apakah Awan Lenticular Berbahaya?

    Bagi dunia penerbangan awan Lenticular ini sangat mematikan karena sang awan bisa menyebabkan turbulensi bagi pesawat yang nekad memasuki awan atau hanya terbang di dekat awan Lenticular.

    Turbulensi sendiri adalah sebuah gerakan udara yang tidak beraturan atau berputar tidak beraturan yang disebabkan oleh perbedaan tekanan udara atau temperatur. Fenomena tersebut pastilah sangat mengganggu penerbangan.

    Apakah Pertanda Gempa

    Menurut Kepala BMKG Mataram Agus Rianto, fenomena alam Lenticular tidak terkait atau tidak berkaitan dengan terjadinya gempa bumi. Agus menegaskan awan Lenticular bukanlah tanda tanda akan terjadinya gempa bumi. Adapun masyarakat yang mengaitkan fenomena alam Lenticular dengan akan terjadinya gempa adalah sebuah kesalahpahaman.

    "Tidak ada kaitannya, itu hanya rumor, awan caping itu berbahaya bagi penerbangan, bukan tanda tanda terjadinya gempa," tegas Agus.(RZ)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini